Dia juga mengungkapkan bahwa dalam pembicaraan awal, Indonesia bahkan menawarkan kontribusi yang cukup besar: sekitar 20 ribu pasukan.
Tapi ada informasi menarik yang dia sampaikan. "Dari yang saya dengar, jika itu termasuk melucuti Hamas, Indonesia pun secara informal sudah menyatakan keraguan," tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran Pakistan mungkin juga dirasakan oleh negara lain.
Latar belakang dari pernyataan ini adalah resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan awal bulan ini. Resolusi itu mengesahkan sebuah dewan perdamaian dan mengizinkan pasukan stabilisasi internasional untuk mengawasi pemerintahan, rekonstruksi, serta keamanan di Gaza.
Resolusi tersebut menetapkan bahwa dewan perdamaian dan ISF akan berlaku sah hingga 31 Desember 2027. Nantinya, perpanjangan otorisasi ISF akan dikerjasamakan sepenuhnya dengan Mesir, Israel, dan negara-negara anggota lain yang bergabung.
Artikel Terkait
Morowali dan Ancaman Republik dalam Republik di Bawah Rezim Jokowi
Dari Rongsokan Perang, Seorang Pemuda Gaza Sulap Tank Jadi Sumber Kehidupan
Polda Riau Kerahkan 250 Personel dan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Sumbar
Prabowo Diuji: Berani Urus Warisan Jokowi, Luhut, dan Zulkifli?