Nilai bantuan obat-obatan yang dikirimkan mencapai 1 juta ringgit. Barang-barang ini rencananya akan digabung dengan paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Tujuannya jelas: agar bisa segera disalurkan ke daerah-daerah yang paling menderita.
Di sisi lain, Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, membenarkan bahwa pihaknya telah memberikan layanan khusus untuk kedatangan bantuan kemanusiaan ini. Total ada 82 karton peralatan medis yang datang, dikawal langsung oleh tim dokter dari Malaysia. Sebuah bentuk solidaritas yang nyata untuk saudara-saudaranya di Aceh yang sedang berjuang menghadapi banjir dan gempa.
Budy menegaskan bahwa seluruh proses, mulai dari kedatangan, pemeriksaan, hingga pengurusan kepabeanan, dipastikan berjalan cepat. Mereka membuka jalur layanan khusus atau fast track seperti yang diminta Pemerintah Aceh.
Dengan demikian, bantuan yang dinanti-nanti itu diharapkan bisa segera sampai ke tangan korban. Langkah cepat ini menjadi angin segar di tengah situasi yang serba sulit.
Artikel Terkait
Candi Palgading: Jejak Mataram Kuno yang Bertahan di Tengah Gempuran Perumahan Sleman
Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Jurang Terpencil Gunung Slamet
Kelahiran Pertama Macan Tutul Amur di Wina Setelah Delapan Tahun
Ego Harus Terkubur: Dahnil Ingatkan Petugas Haji Soal Pengorbanan Jemaah yang Jual Rumah Demi Baitullah