Seorang anak berusia 12 tahun, siswi kelas 6 SD di Tirtajaya, Karawang, harus mengalami mimpi buruk yang tak terduga. NER begitu inisialnya diduga menjadi korban perundungan yang berujung serius. Bukan cuma cacian atau ejekan biasa, gadis kecil ini sampai menderita patah tulang dan trauma yang dalam.
Menurut pengakuan sang ibu, Rizka Puspitasari (36), semua berawal di dalam kelas pada 6 November 2025. Saat itu, seorang siswa laki-laki meminjam kipas mini milik NER. Tapi NER menolak. Penolakan itu rupanya memicu amarah si pelaku.
Dia langsung menjambak kerudung NER sampai tiga kali. Tak cuma itu, kata-kata kasar pun dilontarkan, bahkan menghina orang tua NER.
Namun begitu, aksi itu tak berhenti di situ. Begitu bel pulang sekolah berbunyi, teror dilanjutkan di luar. NER yang hendak pulang, kembali diincar. Pelaku dengan sengaja menabrakkan sepeda listrik ke arah perutnya. Belum cukup, batu dilempar hingga mengenai paha NER. Bahkan ia sampai meludahi wajah korban.
NER berusaha membalas dengan meludah juga. Tapi itu malah bikin pelaku makin beringas. Dia mengejar NER siap memukul. NER lari ketakutan, tapi malah terjatuh keras. Akibatnya, tulang tangan kanannya patah.
“Iya tulang tangan kanan (patah), dilakukan tindakan op (opname), sekarang lagi pemulihan (di rumah),” tutur Rizka.
Artikel Terkait
Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026
KPK Ungkap Awal OTT Bupati Tulungagung Berawal dari Laporan Warga
Minat Generasi Muda dan Dukungan Kebijakan Dorong Tren Hunian Hijau di Perkotaan
Ahli IPB: Limbah Cair Sawit Bisa Kurangi Ketergantungan Impor Pupuk