Di sisi lain, banjir bandang juga tak kalah mengerikan. Beberapa wilayah di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga kebanjiran akibat aliran air dari hulu yang meluap. Beberapa kawasan pemukiman terendam, sementara akses jalan terputus karena tumpukan lumpur dan kayu.
Warga yang tinggal di bantaran sungai sudah diimbau untuk mengungsi sementara. Ini untuk mengantisipasi banjir susulan yang mungkin masih akan datang.
Kepolisian setempat mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar lereng perbukitan dan aliran sungai, untuk tetap waspada. Soalnya, curah hujan diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan. Artinya, potensi pergerakan tanah dan banjir bandang masih sangat mungkin terjadi lagi.
"Kalau lihat tanda-tanda seperti retakan baru di tanah, pohon yang mulai miring, atau dengar suara gemuruh dari arah bukit, segera laporkan," begitu imbau aparat.
Sementara itu, upaya pembersihan material longsor dan pendataan kerusakan terus dilakukan tim gabungan. Pemerintah daerah berjanji akan memastikan kebutuhan darurat warga terdampak terpenuhi, termasuk menyediakan lokasi pengungsian sementara bagi keluarga yang rumahnya berada di zona rawan.
Artikel Terkait
SDR Desak Pemerintah DKI Kaji Ulang Kerja Sama Air Bersih dengan Moya Indonesia
Pohon Angsana Tumbang Timbulkan Kekhawatiran di Kemang Raya
Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Jember dari Laut Selatan
Banjir 20 Cm Putuskan Akses ke Bandara Soetta