Sabtu malam di Stadion Manahan, hasil imbang 1-1 melawan PSBS Biak justru terasa seperti kekalahan bagi Persis Solo. Poin tunggal itu tak banyak mengubah nasib. Laskar Sambernyawa masih terpuruk di dasar klasemen, dan ancaman degradasi semakin nyata. Tekanan pun langsung menjalar ke ruang manajemen.
Tak butuh waktu lama, klub merilis pernyataan resmi pada Senin malam. Isinya tegas: pelatih Milomir Seslija mendapat ultimatum. Targetnya jelas, ambil enam poin penuh dari dua laga berikutnya. Bagi manajemen, ini adalah ujian kritis yang tak bisa ditawar.
"Manajemen memohon maaf dan memahami kekecewaan dari seluruh elemen pecinta Persis atas hasil baik yang belum kunjung datang," bunyi pernyataan klub itu.
"Tapi hingga pekan terakhir nanti, manajemen memastikan semua pihak di dalam klub untuk terus berjuang. Tanpa henti."
Dua pertandingan penentu itu adalah laga kandang melawan Persik Kediri, Minggu depan, lalu tandang ke Jepara untuk menghadapi Persijap. Dua duel yang, jujur saja, harus dimenangkan jika ingin harapan bertahan masih menyala.
Statistik musim ini memang suram. Hingga pekan ke-22, cuma 13 poin yang berhasil dikumpulkan dari dua kemenangan, tujuh seri, dan tiga belas kekalahan. Angka-angka itu bicara keras tentang krisis yang melanda.
Namun begitu, dukungan untuk tim pelatih dan pemain disebutkan masih mengalir. Setidaknya untuk sementara. Evaluasi akan berjalan berkala, dengan enam poin sebagai standar minimal. Kalau target ini meleset? Nasib Seslija di klub bisa dipastikan berada di ujung tanduk.
Di sisi lain, manajemen juga tak lupa menyebut peran suporter. Mereka diharap tetap solid di belakang tim. Dalam situasi kritis seperti ini, teriakan penyemangat dari tribune dianggap bisa jadi penambah tenaga ekstra bagi para pemain yang sedang terpuruk moralnya.
Jadi, inilah persimpangan bagi Persis Solo. Drama di papan bawah klasemen Super League memasuki babak paling menegangkan. Sorotan kini tertuju sepenuhnya pada Milomir Seslija dan anak asuhnya. Performa dalam dua laga mendatang bukan cuma soal angka, tapi tentang menyelamatkan harga diri dan masa depan di kasta tertinggi.
Semuanya bisa berubah dalam seminggu ke depan. Atau, justru berakhir dengan keputusan yang sudah lama diantisipasi banyak orang.
Artikel Terkait
Borneo FC Pertahankan Nadeo Argawinata dan Juan Villa, Patahkan Rumor Transfer ke Persija
Fajar/Fikri ke Babak 16 Besar Singapore Open, Akui Performa Jauh dari Maksimal
Alwi Farhan Hadapi Shi Yu Qi di Babak 16 Besar Singapore Open, Tiga Wakil Indonesia Bersiap Tempur
Sabar/Reza Kalahkan Wakil Tuan Rumah, Melaju ke 16 Besar Singapore Open 2026