LEBAK - Rencana pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk warga Baduy masih dalam tahap kajian mendalam oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Lebak. Wilayah permukiman adat yang terletak di area pegunungan dan berbukit-bukit ini memang butuh perencanaan ekstra matang. Kondisi geografisnya yang khas menjadi tantangan tersendiri.
Menurut Koordinator Wilayah BGN Lebak, Asep Royani, pendistribusian MBG di kawasan Baduy tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Butuh pendekatan yang khusus agar program ini benar-benar tepat sasaran dan memenuhi standar gizi masyarakat setempat.
Dia menjelaskan, kebanyakan warga Baduy menghabiskan waktu siang hari di ladang. Mereka menanam sayuran, palawija, padi huma, dan komoditas lainnya. Pola hidup seperti ini tentu mempengaruhi cara distribusi MBG, terutama untuk kelompok prioritas seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Di sisi lain, kajian teknis dan penyusunan petunjuk pelaksanaannya dinilai sangat penting. Tujuannya agar pendistribusian berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Artikel Terkait
Kongres Muhammadiyah di Bukittinggi: Kisah Sukses di Tengah Badai Depresi 1930
Pasca Banjir 2025, 15 Daerah di Aceh hingga Sumbar Masih Belum Pulih
Tito Desak Tambahan 15 Ribu Personel TNI-Polri untuk Bersihkan Lumpur Pascabencana Aceh
Pasien Super Flu di Yogyakarta Dinyatakan Sembuh Total