MURIANETWORK.COM - Ipda I Nyoman Subamia, Wakapolsek Susut, Polres Bangli, diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026. Pengusulan ini berangkat dari inisiatifnya mengajak dan mendampingi petani di wilayahnya untuk membudidayakan jahe gajah, sebuah komoditas bernilai ekonomi tinggi. Upaya yang digarapnya sejak 2017 itu tidak hanya mencakup pendampingan teknis, tetapi juga pengembangan pupuk kompos organik bersama perguruan tinggi, yang secara signifikan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.
Dampak Nyata di Tengah Masyarakat
Inisiatif Ipda Subamia mendapat sambutan hangat dari warga. I Nengah Sudiasa, salah satu petani, merasakan langsung manfaatnya. Ia menuturkan bahwa Ipda Subamia kerap meluangkan waktu sepulang dinas untuk turun ke kebun memberikan bimbingan.
"Dampaknya sangat baik ke masyarakat terutama untuk saya sendiri dapat bekerja," kata Sudiasa.
Mayoritas warga di daerah tersebut berprofesi sebagai petani. Menurut Sudiasa, mereka sering meminta saran teknis kepada Ipda Subamia, mulai dari pemilihan bibit, perawatan, hingga pemupukan. Pendekatan yang digunakan pun berimbang, menggabungkan pupuk organik dan kimia secara bertahap untuk menjaga kesuburan tanah.
"Beliau juga sering mengajarkan teknis, karena mayoritas di desa tanam jahe. Pak Subamia kalau tetangga ke kebun minta saran gimana caranya memelihara, pupuk apa yang dipakai, penyemprotannya gimana," jelasnya.
Pendampingan dari Hulu ke Hilir
Pendampingan yang diberikan bukan sekadar teori. Ardana Putra, anggota kelompok tani, menjelaskan bahwa Ipda Subamia hadir sebagai pendamping teknis yang membimbing petani secara lengkap, mulai dari pengolahan lahan hingga pasca panen. Hal ini terutama penting bagi petani pemula.
"Kebetulan beliau sebagai pendamping teknis di lapangan untuk di kelompok kami. Dari mulai pra-pengolahan lahan, itu harus ada tindakan yang harus didampingi petani, terutama petani yang pemula di budidaya jahe harus didampingi dari awal, dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, setelah budidaya, perawatan sampai pasca panen itu perlu ada pendampingan," tutur Ardana.
Komoditas jahe gajah dipilih karena potensi hasilnya yang menjanjikan. Ardana menyebut, dari satu kilogram bibit, petani bisa memanen hingga 15-16 kilogram jahe. Kunci keberhasilan lainnya adalah penerapan pupuk kompos yang difermentasi, sebuah standar yang diterapkan di kelompok mereka untuk menjaga kesehatan tanah dan tanaman.
Mengubah Hobi Menjadi Gerakan Ekonomi
Ketertarikan Ipda Subamia pada dunia pertanian sudah tumbuh sejak masa sekolah. Hobi ini kemudian ia transformasikan menjadi sebuah gerakan pemberdayaan saat bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Tiga. Ia melihat peluang besar pada budidaya jahe gajah yang relatif mudah dirawat namun memiliki nilai jual tinggi.
Artikel Terkait
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan
Don Lee Ucapkan Terima Kasih ke Pemprov DKI atas Dukungan Syuting Film Extraction: Tygo
AS Siap Genjot Serangan ke Iran Jelang Berakhirnya Ultimatum Trump