Apabila program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini benar-benar diterapkan di Baduy, kemungkinan besar akan dibangun beberapa titik dapur khusus. Hal ini untuk mempermudah akses, mengingat permukiman warga tersebar di berbagai kampung dengan medan yang beragam.
Asep berharap proses pengkajian bisa melibatkan pemerintah desa dan para tokoh adat. Dengan koordinasi yang menyeluruh, diharapkan semua tantangan geografis dan sosial budaya bisa diatasi sehingga program gizi ini benar-benar bermanfaat.
Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, mengaku pihaknya masih menunggu penjelasan teknis yang lebih rinci. Termasuk soal kemungkinan pembangunan dapur khusus di beberapa lokasi.
Jaro Oom menekankan, keselarasan dengan nilai-nilai adat Baduy adalah hal yang utama. Program MBG di wilayah adat seperti ini bisa menjadi contoh bagaimana intervensi gizi nasional tetap bisa dijalankan dengan menghormati kearifan lokal setempat.
Artikel Terkait
Mahasiswi UIN Suska Riau Diserang Senjata Tajam di Ruang Sidang Kampus
KPK Perdalam Penyidikan Dugaan Pungli Sertifikat K3 di Kemnaker
Babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026 Terkunci, 16 Tim Siap Bertarung
Ketua Gema Bangsa Usul Ganti Parliamentary Threshold dengan Ambang Batas Fraksi