Apabila program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini benar-benar diterapkan di Baduy, kemungkinan besar akan dibangun beberapa titik dapur khusus. Hal ini untuk mempermudah akses, mengingat permukiman warga tersebar di berbagai kampung dengan medan yang beragam.
Asep berharap proses pengkajian bisa melibatkan pemerintah desa dan para tokoh adat. Dengan koordinasi yang menyeluruh, diharapkan semua tantangan geografis dan sosial budaya bisa diatasi sehingga program gizi ini benar-benar bermanfaat.
Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, mengaku pihaknya masih menunggu penjelasan teknis yang lebih rinci. Termasuk soal kemungkinan pembangunan dapur khusus di beberapa lokasi.
Jaro Oom menekankan, keselarasan dengan nilai-nilai adat Baduy adalah hal yang utama. Program MBG di wilayah adat seperti ini bisa menjadi contoh bagaimana intervensi gizi nasional tetap bisa dijalankan dengan menghormati kearifan lokal setempat.
Artikel Terkait
Demokrasi di Era Kebisingan: Ketika Politik Indonesia Hanya Jadi Tontonan
Kembang Api dan Teriakan untuk Pahlavi Warnai Malam Teheran yang Masih Bergejolak
Gemblengan Semi-Militer Siapkan 1.500 Petugas Haji Tangguh
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel