LEBAK - Rencana pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk warga Baduy masih dalam tahap kajian mendalam oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Lebak. Wilayah permukiman adat yang terletak di area pegunungan dan berbukit-bukit ini memang butuh perencanaan ekstra matang. Kondisi geografisnya yang khas menjadi tantangan tersendiri.
Menurut Koordinator Wilayah BGN Lebak, Asep Royani, pendistribusian MBG di kawasan Baduy tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Butuh pendekatan yang khusus agar program ini benar-benar tepat sasaran dan memenuhi standar gizi masyarakat setempat.
Dia menjelaskan, kebanyakan warga Baduy menghabiskan waktu siang hari di ladang. Mereka menanam sayuran, palawija, padi huma, dan komoditas lainnya. Pola hidup seperti ini tentu mempengaruhi cara distribusi MBG, terutama untuk kelompok prioritas seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Di sisi lain, kajian teknis dan penyusunan petunjuk pelaksanaannya dinilai sangat penting. Tujuannya agar pendistribusian berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Artikel Terkait
Mahasiswi UIN Suska Riau Diserang Senjata Tajam di Ruang Sidang Kampus
KPK Perdalam Penyidikan Dugaan Pungli Sertifikat K3 di Kemnaker
Babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026 Terkunci, 16 Tim Siap Bertarung
Ketua Gema Bangsa Usul Ganti Parliamentary Threshold dengan Ambang Batas Fraksi