Rais Aam vs Ketum Tanfidziyah: Siapa Lebih Berkuasa?
Sebagai kader Muhammadiyah, saya cuma bisa bandingkan model AHWA PBNU dengan ormas Islam lainnya. Memang menarik diamati.
Di tubuh PBNU, ada konsep Ahlul Hali Wal Aqdi atau AHWA. Intinya semacam dewan penasihat tertinggi. Kalau di ormas lain, biasa disebut Majelis Syuro. Sementara di Iran, sistem serupa dikenal dengan nama Wilayatu Faqih.
Nah, Rais Aam ini dipilih langsung oleh AHWA. Posisinya kurang lebih setara dengan Ketua Majelis Syuro di organisasi lain. Bahkan kalau mau ditarik lebih jauh, di Iran posisi ini sejajar dengan Ayatollah Ali Khamenei.
Artikel Terkait
Istri di Balik Badai Haji: Eny Retno, Perempuan yang 21 Tahun Hidup dalam Sunyi
Menteri Agama: Ketahanan Bangsa Berawal dari Keluarga yang Kokoh
Kardinal Suharyo Buka Perayaan Natal DKI dengan Cerita Gembala dan Dua Hewan
Surat Terbuka untuk Gus Yaqut: Saatnya Kembali ke Jalan Islam