Di sisi lain, soal penanganan arus lalu lintas, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menyebut langkah yang akan diambil masih sangat tergantung situasi. "Situasional," katanya. "Kalau pun nanti jumlah pesertanya banyak, langsung tutup jalan seperti contoh umpamanya kalau di Istana."
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum bisa memastikan jam berapa tepatnya aksi itu dimulai. Yang jelas, unjuk rasa ini bukan tanpa sebab.
Inti protes mereka adalah penolakan terhadap formula kenaikan upah minimum untuk tahun 2026. Menurut para buruh, kenaikan yang diusung pemerintah yang katanya cuma naik rata-rata Rp 90 ribu per bulan sama sekali tak memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup yang kian melambung.
Artikel Terkait
Kembang Api dan Teriakan untuk Pahlavi Warnai Malam Teheran yang Masih Bergejolak
Gemblengan Semi-Militer Siapkan 1.500 Petugas Haji Tangguh
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan