Kakek Korban Ungkap Sisi Lain Ayah Tiri Tersangka Penculikan Alvaro

- Senin, 24 November 2025 | 04:06 WIB
Kakek Korban Ungkap Sisi Lain Ayah Tiri Tersangka Penculikan Alvaro
Kronologi Penemuan Alvaro

Setelah delapan bulan lamanya, pencarian terhadap Alvaro Kiano Nugroho akhirnya berakhir dengan pilu. Bocah enam tahun itu ditemukan tewas di Kali Cirewed, Bogor. Kabar ini tentu saja menghantam keluarga, apalagi dengan fakta pahit yang terungkap belakangan: ayah tirinya sendiri, Alex, kini ditahan polisi sebagai tersangka penculikan.

Tugimin, sang kakek, sampai sekarang sulit mempercayainya. "Itu enggak nyangka sama sekali itu kita, enggak ada kecurigaan sama sekali," ucapnya, suaranya berat. Ia ditemui dini hari itu, Senin (24/11), dengan raut wajah yang masih menyisakan keheranan dan kekecewaan yang dalam.

Bagaimana tidak? Selama ini, Alex justru dikenal sebagai sosok yang baik hati. "Padahal ayah tirinya itu orangnya baik, sopan, ramah dengan siapapun," kenang Tugimin. Bahkan, kepada Alvaro, ia dikenal sangat perhatian. "Alvaro itu minta apa pun selalu dibelikan," tambahnya.

Yang membuat keluarga tak curiga, Alex bahkan terlibat aktif dalam pencarian sejak hari pertama Alvaro hilang. Ia ikut keliling mencari, bahkan mengantar Tugimin ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan cucunya. Setelah itu pun, ia masih rutin datang, hampir seminggu atau dua minggu sekali, seolah ikut merasakan kegelisahan keluarga. "Baik orangnya," ujar Tugimin tentang kesan terakhirnya.

Namun begitu, semua kesan baik itu kini hancur berantakan. Tugimin mengaku sangat kecewa. "Ternyata seperti itu, akhirnya kok seperti ini jadinya," keluhnya. Ia tak menyangka orang yang selama ini dianggap baik justru membawa luka yang begitu dalam bagi keluarganya. "Akhirnya saya juga waduh, orang sebaik ini kenapa akhirnya kok malah membuat kita sakit dan syok keluarga," tuturnya pilu.

Alvaro pertama kali dilaporkan hilang pada Maret 2025. Saat itu, ia terakhir terlihat usai menunaikan salat Asar di Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Delapan bulan kemudian, jawaban dari misteri hilangnya itu akhirnya datang, meski dengan akhir yang tak diharapkan siapapun.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar