Setelah delapan bulan lamanya, pencarian terhadap Alvaro Kiano Nugroho akhirnya berakhir dengan pilu. Bocah enam tahun itu ditemukan tewas di Kali Cirewed, Bogor. Kabar ini tentu saja menghantam keluarga, apalagi dengan fakta pahit yang terungkap belakangan: ayah tirinya sendiri, Alex, kini ditahan polisi sebagai tersangka penculikan.
Tugimin, sang kakek, sampai sekarang sulit mempercayainya. "Itu enggak nyangka sama sekali itu kita, enggak ada kecurigaan sama sekali," ucapnya, suaranya berat. Ia ditemui dini hari itu, Senin (24/11), dengan raut wajah yang masih menyisakan keheranan dan kekecewaan yang dalam.
Bagaimana tidak? Selama ini, Alex justru dikenal sebagai sosok yang baik hati. "Padahal ayah tirinya itu orangnya baik, sopan, ramah dengan siapapun," kenang Tugimin. Bahkan, kepada Alvaro, ia dikenal sangat perhatian. "Alvaro itu minta apa pun selalu dibelikan," tambahnya.
Yang membuat keluarga tak curiga, Alex bahkan terlibat aktif dalam pencarian sejak hari pertama Alvaro hilang. Ia ikut keliling mencari, bahkan mengantar Tugimin ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan cucunya. Setelah itu pun, ia masih rutin datang, hampir seminggu atau dua minggu sekali, seolah ikut merasakan kegelisahan keluarga. "Baik orangnya," ujar Tugimin tentang kesan terakhirnya.
Namun begitu, semua kesan baik itu kini hancur berantakan. Tugimin mengaku sangat kecewa. "Ternyata seperti itu, akhirnya kok seperti ini jadinya," keluhnya. Ia tak menyangka orang yang selama ini dianggap baik justru membawa luka yang begitu dalam bagi keluarganya. "Akhirnya saya juga waduh, orang sebaik ini kenapa akhirnya kok malah membuat kita sakit dan syok keluarga," tuturnya pilu.
Alvaro pertama kali dilaporkan hilang pada Maret 2025. Saat itu, ia terakhir terlihat usai menunaikan salat Asar di Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Delapan bulan kemudian, jawaban dari misteri hilangnya itu akhirnya datang, meski dengan akhir yang tak diharapkan siapapun.
Artikel Terkait
Batu Pake Gojeng: Situs Megalitikum di Sinjai yang Padukan Sejarah, Panorama Alam, dan Mitos Lokal
Pemerintah Desa Mattoanging Bangun Jaringan Air Bersih 1 Km pada 2026
Tim Pengacara Nadiem Minta Lembaga Pengawas Awasi Sidang Korupsi Chromebook
Wali Kota Makassar Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Rp60 Miliar untuk 2026