Banjir besar di Sumatera belakangan ini memang bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Kenapa bisa separah itu? Nah, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti baru-baru ini membagikan sebuah video penjelasan yang menurutnya cukup jitu menjawab pertanyaan itu. Video dari seorang alumni ITB itu, kata Susi, menjelaskan penyebabnya dengan gamblang dan mudah dicerna.
Lewat akun X-nya, @susipudjiastuti, Bu Susi menulis dengan gaya khasnya yang blak-blakan.
"Saya yg bodoh tidak berpendidikan jadi dong mengerti setelah dapat share dr kawan : hitungan Alumni ITB jurusan matematik menganalisa kenapa terjadi banjir di Sumatra..👇," begitu kira-kira cuitannya.
Inti dari analisis itu sederhana tapi mencengangkan: hutan Sumatera tinggal sisa-sisa. Dalam kurun 40 tahun terakhir, tutupan hutan di pulau itu menyusut drastis hingga 60%. Angkanya lebih jelas lagi: dari sekitar 15 juta hektar di tahun 1985, kini cuma tersisa 5 juta hektar di tahun 2025.
Bayangkan, 10 juta hektar hutan lenyap. Itu wilayah yang luasnya nyaris sebesar pulau Jawa. Hilangnya area resapan air dalam skala masif itulah yang diduga kuat jadi biang kerok banjir kali ini jauh lebih parah daripada tahun-tahun sebelumnya.
Analisis ini langsung memantik respons warganet. Salah satunya, akun @cholidin7, berkomentar pedas.
"Sisa Kayu Gelondongan colokin rame2 ke Menteri kehutanan yg blo'0n itu, agar dia mengerti artinya sebuah bencana alam yang besar merenggut nyawa 😁😡"
Komentar itu menggambarkan betapa frustasinya sebagian masyarakat melihat bencana yang sebenarnya bisa diperkirakan ini. Video yang dibagikan Susi pun jadi bahan perbincangan, menawarkan penjelasan berbasis data di tengah kebingungan publik.
Artikel Terkait
Para Ketua IKA Dorong Alumni Unhas Berpartisipasi di Mubes 1-3 Mei 2026 di Makassar
Jakarta LavAni Livin Transmedia Juara Proliga 2026, Ibas Puji Peran SBY
Biota Wisata Luncurkan Program Umroh Rp2,5 Juta di Awal, Targetkan 10.000 Jemaah
Geng Motor Serbu Aspol Tello Makassar, Satu Pelaku Diamankan Warga dan Jadi Sasaran Main Hakim Sendiri