Kisruh PBNU Berakhir, Gus Yahya Tak Dimakzalkan

- Senin, 24 November 2025 | 03:36 WIB
Kisruh PBNU Berakhir, Gus Yahya Tak Dimakzalkan
Update PBNU

Suasana di markas PBNU Jakarta pada Minggu malam itu cukup tegang. Rapat yang dihadiri sekitar 50 alim ulama akhirnya menghasilkan keputusan penting: tidak ada pemakzulan terhadap Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, dari jabatan ketua umum. Isu yang sempat menghangat itu pun, setidaknya untuk sementara, menemui titik terang.

Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, usai rapat menyampaikan bahwa forum tersebut justru menyepakati satu hal lain. Akan digelar sebuah pertemuan yang jauh lebih besar, melibatkan lebih banyak kiai dan ulama.

"Semua Kiai, semua mengusulkan agar ada silaturahim yang lebih besar di antara para alim, para kiai," kata Asrori.

Ia pun mengakui bahwa persoalan internal ini sudah menjadi konsumsi publik. "Jadi bagaimana ini kita sudah menjadi konsumsi publik ada masalah. Tapi ini semua sepakat (rapat lebih besar)," sambungnya.

Masalah yang dimaksud Asrori tak lain adalah desakan mundur yang dialamatkan kepada Gus Yahya. Desakan itu sendiri berawal dari sebuah surat yang ditandatangani Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, pada 20 November 2025 lalu. Surat itu merupakan hasil musyawarah antara sang Rais Aam dengan dua Wakil Rais Aam.

Di sisi lain, Gus Yahya sendiri, dalam kesempatan yang sama, mengonfirmasi rencana pertemuan besar itu. Menurutnya, pihaknya akan segera menggelar pertemuan dengan para kiai sepuh.

"Insyaallah nanti akan digelar pertemuan yang lebih luas dengan menghadirkan para kiai sepuh lebih banyak dan juga unsur-unsur kepemimpinan dalam lingkungan Nahdatul Ulama," ujar Gus Yahya.

Lokasinya sudah dipastikan: Pesantren Lirboyo di Kediri. Hanya saja, kapan waktunya, itu masih harus dibicarakan lebih lanjut.

Gus Yahya menjelaskan alasan di balik pertemuan ini. "Di NU ini masih ada otoritas-otoritas moral yang lebih kuat, yaitu para kiai sepuh, seperti kiai Nurul Huda Djazuli dari pelosok, Kiai Anwar Manshur dari Lirboyo, Buya Muhtadi Dimyati dari Banten dan lain sebagainya, maka para Kiai tadi bersepakat untuk menggelar segera dalam waktu dekat ini pertemuan yang menghadirkan para sesepuh ulama Nahdlatul Ulama itu yang akan dituanrumahi oleh Pondok Pesantren Lirboyo," paparnya panjang lebar.

"Kita menunggu nanti bagaimana komunikasi di antara beliau-beliau untuk menetapkan waktunya, tapi tempat sudah disepakati yaitu di Pondok Pesantren Lirboyo," jelasnya menutup pembicaraan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar