✍🏻 Ustadz Muhammad Abduh Negara
Ada satu kesalahan yang dulu dilakukan Anies, Pandji, dan sejumlah tokoh lain. Mereka terlalu cepat kagum. Saat Jokowi baru muncul, pujian sudah dilontarkan untuk sosok yang sebenarnya belum benar-benar mereka kenal.
Informasi yang mereka dapat waktu itu, ya cuma dari media. Dan media sendiri, harus diakui, saat itu juga terlihat begitu bersemangat memoles citranya. Semuanya serba cepat, serba instan.
Padahal, yang seharusnya dilakukan jelas: pelajari dulu rekam jejaknya. Gali gagasan dan visinya. Perhatikan juga kemampuannya merangkai kata-kata, serta berbagai aspek lain yang penting. Tapi sayang, banyak orang memang suka tergesa-gesa.
Gesa-gesa memuji, eh yang dipuji malah penipu. Gesa-gesa merekomendasikan, yang direkomendasikan ternyata koruptor. Atau buru-buru mempromosikan sesuatu, tapi produknya justru gagal total.
Lantas, di mana bedanya?
Anies dan Pandji itu termasuk yang awal-awal mendukung Jokowi. Wajar sih, orang Indonesia kan sering girang dengan hal baru. Selalu berharap ada kejutan, atau mungkin dalam hati kecil menunggu datangnya sosok "Ratu Adil".
Artikel Terkait
Heboh Video Bocil Block Blast: Penasaran yang Dijebak Phishing
Paris Membeku dalam Riang: Salju Ubah Kota Cahaya Jadi Arena Bermain
Status Darurat Sampah Tangsel Diperpanjang Dua Pekan Lagi
Bareskrim Ungkap 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Uang Sitaan Tembus Rp59 Miliar