Polemik seputar surat yang meminta mundur Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, akhirnya ditanggapi oleh sang tokoh sendiri. Menurutnya, jalan terbaik adalah dengan mengumpulkan para sesepuh.
Surat yang memicu perbincangan hangat itu konon ditandatangani langsung oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. Tanggalnya 20 November 2025. Disebutkan juga bahwa surat tersebut lahir dari musyawarah antara Rais Aam dengan dua Wakil Rais Aam, serta mengacu pada Keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU.
Gus Yahya mengungkapkan hal ini usai menghadiri rapat koordinasi Ketua PWNU se-Indonesia di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Minggu (23/11).
"Insyaallah ya, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diwujudkan pertemuan para kiai-kiai termasuk para kiai sepuh, ya supaya ada suara moral, suara moral yang dapat mendorong ke arah jalan keluar yang maslahat," ujarnya.
Namun begitu, jika pertemuan itu benar-benar terwujud, Gus Yahya memastikan dirinya tidak akan banyak bicara. Ia lebih memilih untuk mendengar dan meminta nasihat.
Artikel Terkait
KPK Amankan Rp6 Miliar dalam OTT Perdana 2026, Libatkan Pejabat Pajak dan Tambang
Iran Pukul Mundur Aksi Provokasi, Intel Turki Bantu Gagalkan Infiltrasi Milisi
Cangkruk: Ritme Pelan yang Menjaga Kediri Tetap Utuh
Iran Bergolak: Zionis Dituding Dalangi Gelombang Teror dan Pembakaran Tempat Ibadah