Gempa Dahsyat Guncang Dekat Dhaka, Seluruh WNI Dinyatakan Selamat

- Sabtu, 22 November 2025 | 23:06 WIB
Gempa Dahsyat Guncang Dekat Dhaka, Seluruh WNI Dinyatakan Selamat
Gempa Bangladesh

Getaran keras mengguncang Bangladesh pada Jumat lalu. Bukan main, magnitudonya mencapai 5,7. Pusat gempa berlokasi di Ghorashal, distrik Narsingdi, yang cuma berjarak sekitar 25 hingga 33 kilometer dari ibukota Dhaka. Yang bikin ngeri, gempa ini dangkal banget, cuma 10 kilometer di bawah permukaan tanah.

Di tengah situasi yang mencemaskan itu, kabar baik datang dari KBRI Dhaka. Mereka memastikan bahwa seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di Bangladesh selamat dan dalam kondisi aman. Meski begitu, ternyata ada juga laporan yang bikin was-was. Salah satu rumah WNI dikabarkan mengalami keretakan karena guncangan.

"Hingga saat ini, seluruh WNI yang berada di Bangladesh selamat dan dalam kondisi aman. Terdapat laporan salah satu rumah WNI mengalami keretakan. Gedung KBRI di Dhaka tidak mengalami kerusakan akibat gempa,"

Begitu bunyi keterangan pers dari KBRI Dhaka yang dikeluarkan pada Sabtu (22/11). Mereka nggak cuma diam. Langkah cepat diambil dengan memanfaatkan grup WhatsApp untuk komunikasi intensif, memastikan keselamatan semua WNI. Buat yang butuh bantuan, hotline juga dibuka di nomor 880161444452.

Nggak cuma itu, pihak KBRI terus siaga memantau perkembangan, terutama soal kemungkinan gempa susulan. Mereka juga terus mengupdate kondisi WNI di sana.

Dan benar saja, hari itu sempat terjadi dua kali gempa susulan skala kecil. Yang pertama jam 10.36 pagi, lokasinya nggak jauh dari titik pusat gempa awal. Lalu yang kedua terjadi sore hari, sekitar pukul 18.10, dengan episentrum yang mendekati pusat kota Dhaka. Untungnya, nggak ada laporan korban atau kerusakan tambahan dari kedua gempa susulan ini.

"Pemerintah setempat telah mengambil langkah-langkah penyelamatan dan pemulihan kondisi,"

tambah pernyataan KBRI.

Korban Jiwa Meningkat

Sayangnya, di balik kabar baik untuk WNI, duka justru menyelimuti warga Bangladesh. Laporan dari kantor pers pemerintah setempat yang dikutip AFP menyebutkan, korban jiwa terus bertambah. Jumlahnya mencapai sembilan orang.

Bukan cuma itu, korban luka-luka juga melonjak jadi 300 orang. Guncangan yang cukup kuat itu juga merusak setidaknya 14 bangunan.

Muhammad Yunus, kepala pemerintahan interim Bangladesh, pun menyampaikan rasa dukanya yang mendalam.

"Sangat terkejut dan berduka atas berita tentang korban jiwa di berbagai distrik,"

ucap Yunus, seperti dikutip AFP di hari yang sama.

"Pemerintah telah mengambil semua langkah yang diperlukan,"

tutupnya, menegaskan bahwa langkah penanganan sudah dijalankan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar