Karena itulah, pembangunan di Jawa Barat ke depan, menurutnya, harus mengacu kembali pada kearifan lokal itu. Ia bahkan menyebut bahwa saat ini sudah ada langkah nyata, seperti membongkar bangunan yang berdiri di sempadan sungai. Tujuannya sederhana: agar aliran air tidak lagi tersumbat. Alih fungsi lahan juga dibatasi, demi mengembalikan lingkungan pada fungsi alamiahnya.
Di sisi lain, KDM menekankan pentingnya para pemangku kepentingan untuk belajar. Belajar pada masyarakat adat Sunda tentang bagaimana membangun secara berkelanjutan, menjaga ketahanan pangan, dan menciptakan harmoni dalam kehidupan sosial-budaya.
Ia punya pesan khusus.
"Maka kepada para birokrat, politisi, dan para pemangku kepentingan lainnya, masyarakat adat jangan dikenalkan dengan ‘budaya proposal’ karena itu akan berseberangan dengan nilai-nilai adat budaya," tegas KDM.
Peringatan itu disampaikannya melalui rilis resmi, menegaskan bahwa pendekatan transaksional justru bisa merusak nilai-nilai luhur yang sudah dijaga turun-temurun.
Artikel Terkait
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Terkait Kasus Pemerasan
Warga dan Petugas Bersihkan Kanal Penuh Sampah di Makassar untuk Antisipasi Banjir
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan
Dirjen Imigrasi: Dominasi WN Tiongkok dalam Pelanggaran Imigrasi Karena Proporsi Terbesar