Kontroversi Ijazah Presiden: Sebuah Analisis yang Sulit Dibantah
Gelombang kontroversi seputar ijazah Presiden Joko Widodo kembali mencuat. Kali ini, sorotan datang dari Dr. Rismon Hasiholan Sianipar, seorang ahli digital forensik yang juga mantan dosen. Dengan nada sangat tegas, ia menyatakan ijazah presiden itu palsu. Bahkan, lewat analisis ilmiah yang dilakukannya, Rismon berani mengklaim kepalsuan itu "100 miliar persen".
Pernyataan Rismon ini tentu saja menimbulkan berbagai reaksi. Namun begitu, ada satu hal yang membuat analisisnya sulit diabaikan: dukungan dari seorang pakar di bidangnya.
Dr. Ing. H. Ridho Rahmadi, S.Kom., M.Sc., seorang pakar kecerdasan buatan ternama, menyatakan bahwa analisis yang dilakukan Rismon sangat sulit bahkan mustahil untuk dibantah. Pernyataan ini datang dari seseorang dengan kredensial akademik yang sangat solid.
Profil Singkat Dr. Ridho Rahmadi
Perjalanan akademik Ridho cukup mengesankan. Ia memulai pendidikan S1-nya di program Komputer Universitas Islam Indonesia (UII). Tidak berhenti di sana, ia melanjutkan S2 dan berhasil menyelesaikan program Master di dua universitas sekaligus: Universitas Johannes Kepler Linz (2012) dan Universitas Teknik Ceko, dengan fokus pada kecerdasan buatan.
Gelar doktor ia raih di Universitas Radboud, Nijmegen, Belanda, pada tahun 2019. Riset doktoralnya berjudul "Finding Stable Causal Structures from Clinical Data" di bidang Data Science & Machine Learning. Setelah menyelesaikan studi di Belanda, karir akademiknya berlanjut sebagai peneliti tamu di Universitas Carnegie Mellon, Amerika Serikat.
Dengan latar belakang seperti itu, wajar jika pendapat Ridho soal analisis Rismon mendapat perhatian serius. Ia bukan sekadar ikut berkomentar, tapi memberikan penilaian berdasarkan kompetensi keilmuannya.
Di media sosial X, Ridho bahkan mengunggah video penjelasan yang secara khusus membahas mengapa analisis Rismon mustahil dibantah. Video tersebut dengan cepat menyebar dan memicu diskusi hangat di berbagai kalangan.
👇👇
"Ini Mengapa Rismon Mustahil Dibantah"
Ridho Rahmadi (@RidhoRahmadi85) November 21, 2025
Persoalannya sekarang, dengan dukungan dari pakar sekaliber Ridho Rahmadi, analisis Rismon semakin mendapat tempat dalam diskusi publik. Meski demikian, tentu saja masih perlu dilihat bagaimana perkembangan lebih lanjut dari kontroversi yang satu ini.
Yang jelas, klaim "100 miliar persen" dari Rismon yang didukung oleh pakar AI telah menambah dimensi baru dalam perdebatan yang sudah berlangsung cukup lama ini.
Artikel Terkait
Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-Luka
Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi, Pastikan Kompensasi dan Investigasi Tuntas
Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, 7 Tewas dan Puluhan Luka-Luka
Empat dari Tujuh Pelaku Pengeroyokan Pemuda di Tuban Ditangkap, Tiga Masih Buron