Bayi Perempuan Ditemukan Hidup dalam Kantong Kresek di Celah Pagar Serpong

- Sabtu, 22 November 2025 | 11:12 WIB
Bayi Perempuan Ditemukan Hidup dalam Kantong Kresek di Celah Pagar Serpong
Berita Lokal

Suasana di Jalan Unyil, Ciater, Serpong, mendadak heboh. Warga RT 05 RW 07 digegerkan oleh sebuah penemuan yang memilukan: seorang bayi perempuan yang masih hidup, terbungkus di dalam kantong belanja.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis sore, 20 November 2025, sekitar pukul empat. Bayi malang itu pertama kali diketahui oleh warga yang sedang beraktivitas.

Salah seorang warga, Santi (37), masih tampak terguncang saat menceritakan kejadiannya. Ia melihat kantong kresek hitam itu tersangkut di pagar rumahnya, persis di celah pintu gerbang. "Saya mau masuk nggak bisa karena posisinya menghalangi," ujarnya, Jumat (21/11).

Setelah diperiksa, ternyata di dalam kantong itulah bayi itu berada. Kondisinya memprihatinkan. Bayi tersebut masih terikat tali pusarnya. Yang membuatnya semakin trenyuh, di dalam kantong juga ada tiga popok bayi.

Mendapat laporan ini, Kapolsek Serpong, Kompol Suhardono, langsung membenarkan kejadiannya. Tanpa menunggu lama, pihak kepolisian segera bergerak.

"Kami dengan Pamapta, Polsek berikut jajaran Reskrim Polsek Serpong mendatangi TKP, selanjutnya membawa bayi tersebut ke puskesmas," jelas Suhardono.

Untungnya, meski melalui pengalaman traumatis, bayi seberat 2,8 kilogram dan panjang 51 sentimeter itu dinyatakan dalam kondisi sehat oleh tenaga medis.

Namun begitu, misteri masih menyelimuti kasus ini. Siapa orang tua bayi itu dan mengapa ditinggalkan dengan cara begitu kejam?

Pihak kepolisian pun masih terus menyelidiki. "Kami sudah meminta (keterangan) beberapa saksi dan kami coba melihat CCTV yang ada. Nanti kita telusuri dan kami akan melakukan penyidikan untuk mengungkap siapa sebenarnya orang tua dari bayi tersebut," pungkas Suhardono. Upaya untuk menemukan titik terang masih terus dilakukan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar