Kasus kuota haji 2024 belum berakhir. KPK berencana memanggil kembali mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tak cuma dia, bos Maktour Fuad Hasan juga akan kembali menghadap penyidik.
Hal ini diungkapkan Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di gedung KPK Jakarta Selatan, Jumat lalu. Menurutnya, pemanggilan akan dilakukan setelah tim penyidik pulang dari Arab Saudi. "Tentu akan kembali diperiksa," kata Asep. "Tim kami masih di sana, nanti setelah pulang."
Ia menambahkan, masih ada beberapa hal yang perlu dikonfirmasi ulang. "Kepada ketua asosiasi dan pihak lain, tentu kami akan lakukan pemanggilan," ujarnya.
Soal Yaqut, Asep menegaskan bahwa mantan Menag itu masih dalam status dicegah ke luar negeri. Alasan utamanya sederhana: keterangannya dinilai krusial. "Kami melihat yang bersangkutan punya keterangan yang sangat kami perlukan," jelas Asep. "Banyak hal yang perlu dijelaskan untuk mengurai kasus ini."
Dengan berada di Indonesia, kata dia, proses pemanggilan akan jauh lebih mudah. "Akan memudahkan untuk hadir saat kami butuhkan," lanjutnya.
Lantas, apa sebenarnya yang diusut? Intinya, kasus ini berputar pada pembagian 20 ribu kuota haji tambahan di tahun 2024. Kuota itu didapat setelah adanya lobi pemerintah Indonesia ke Arab Saudi, dengan tujuan mulia: memangkas antrean panjang jemaah reguler yang bisa menunggu hingga dua dekade.
Nahas, niat baik itu berbelok arah. Alih-alih seluruh tambahan kuota dialirkan ke haji reguler, separuhnya justru dialokasikan untuk haji khusus. Padahal, aturannya jelas: kuota khusus hanya boleh 8% dari total. Akibatnya, ribuan calon jemaah reguler yang sudah mengantre belasan tahun akhirnya gagal berangkat.
KPK menduga ada kerugian negara yang tak main-main, mencapai sekitar Rp 1 triliun. Hingga kini, penyidik telah menyita sejumlah aset seperti rumah, mobil, dan uang dalam mata asing. Perkara ini masih terus bergulir, dan pemeriksaan terhadap para saksi kunci akan menentukan arahnya.
Artikel Terkait
Dua Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI di Stasiun Depok Baru Ditangkap
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI di Stasiun Depok Baru
Derbi Jatim: Duel Taktik Marcos Santos vs Bernardo Tavares Warnai Arema vs Persebaya
Basarnas Instruksikan Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Tanpa Menggeser Gerbong