AS Yakin Proposal Perdamaian Ukraina-Rusia Bakal Diterima
Pemerintah Amerika Serikat tampaknya cukup optimis. Mereka meyakini proposal perdamaian yang sedang digodok untuk mengakhiri perang antara Ukraina dan Rusia akan bisa diterima oleh kedua negara yang sudah berbulan-bulan berkonflik itu. Yang menarik, rencana perdamaian ini konon didukung penuh oleh Presiden AS Donald Trump sendiri.
Namun begitu, isu yang beredar belakangan ini menyebutkan proposal itu dianggap menguntungkan pihak Moskow. Tentu saja, Gedung Putih langsung angkat bicara. Pada Kamis (20/11) mereka membantah keras klaim tersebut. Menurut mereka, tidak benar isi proposal itu memuat banyak tuntutan Rusia.
“Rencana ini masih berlangsung dan terus berubah, tetapi presiden mendukung rencana ini. Ini adalah rencana yang baik bagi Rusia dan Ukraina, dan kami yakin rencana ini akan dapat diterima oleh kedua belah pihak,” ujar Sekretaris Pers Karoline Leavitt, seperti dikutip dari AFP.
Leavitt juga menjelaskan bahwa proposal perdamaian ini dikerjakan oleh Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Prosesnya sudah berjalan sekitar sebulan. Washington, katanya, telah melakukan berbagai percakapan yang baik dengan kedua belah pihak, Rusia dan Ukraina, untuk benar-benar memahami apa yang mereka inginkan.
“Kami bekerja sangat keras untuk mewujudkannya,” tegasnya.
Di sisi lain, kabar yang beredar sebelumnya dari seorang sumber justru punya narasi yang berbeda. Sumber itu menyebut proposal perdamaian itu justru berisi banyak tuntutan dari Moskow. Misalnya, penyerahan wilayah Ukraina dan pemangkasan angkatan bersenjatanya. Cukup berat, memang.
Levitt sendiri menolak memberikan detail lebih lanjut tentang isi proposal. Tapi sekali lagi, dia membantah mentah-mentah bahwa proposal tersebut akan merugikan Ukraina. Dia menegaskan komitmen Presiden Trump untuk mengakhiri perang ini, meski banyak pihak yang meragukannya.
“Saya tahu ada banyak kritik dan keraguan di luar sana, tetapi saya hanya ingin mengingatkan Anda tentang keberhasilan bersejarah yang dicapai presiden ini dan timnya di Timur Tengah,” katanya, sambil merujuk pada gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas di Gaza.
“Kami yakin hal itu mungkin terjadi dengan Rusia dan Ukraina dan kami berharap dan bekerja sangat keras untuk mencapainya,” pungkasnya. Harapan itu jelas, tapi jalan menuju perdamaian selalu berliku.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday