Sebuah platform trading kripto ternama asal London, Markets.com, baru-baru ini jadi sasaran empuk seorang pria Bandung. Dittipidsiber Bareskrim Polri berhasil mengamankan HS, sang tersangka, yang diduga membobol sistem perusahaan pemilik platform tersebut, Finalto International Limited.
Kabarnya, aksi ini terjadi tanggal 15 September lalu. Yang menarik, pelaku ternyata memanfaatkan celah kerentanan pada fitur input nominal di situs mereka. Alih-alih menggunakan teknik peretasan rumit, dia hanya memanipulasi angka di kolom deposit.
Wadirtipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Andri Sudarmadi, membeberkan kronologinya dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Kamis (20/11). "Akibat perbuatan tersebut, pihak perusahaan Finalto International Limited mengalami kerugian sebesar Rp 6.673.440.000," ungkapnya. Nilai yang fantastis, hampir Rp 6,7 miliar.
Menurut penyelidikan, HS bukanlah hacker kelas berat. Pria ini sehari-hari berprofesi sebagai distributor aksesoris komputer. Tapi jangan remehkan, dia sudah berkecimpung di dunia kripto sejak 2017 lalu. Pengalaman itulah yang membantunya mengendus kelemahan sistem.
"Tersangka mengetahui adanya celah kerentanan atau anomali pada sistem input nominal fitur jual beli," jelas Andri. "Sehingga pihak platform Markets.com secara sistem memberikan nominal USDT yang tertera di dalam kolom deposit sesuai angka yang di-input oleh pelaku."
Artikel Terkait
Dukungan Buta pada Pemimpin yang Bohong, Ikut Tanggung Jawabkah Kita?
Dari Ancaman Putus Sekolah hingga Siap Bacakan Puisi untuk Presiden
Di Balik Ritual Kotak Suara, Junta Myanmar Ukir Legitimasi di Tengah Kabut Pagi
Pandji Pragiwaksono: Dari Panggung Stand-Up Hingga Perjalanan Spiritual