Sebanyak 390 personel dari Polda Riau akhirnya tiba di Agam, Sumatera Barat. Mereka dikerahkan khusus untuk menangani bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu. Tiba pada Sabtu (29/11), pasukan ini langsung diterjunkan ke titik-titik terdampak terparah.
Di Nagari Selaras Air, Kecamatan Palembayan, pencarian korban pun digencarkan. Mereka bergabung dengan tim gabungan dari Polda Sumbar, TNI, Basarnas, dan instansi lain. Upaya itu tak mudah. Dari video yang beredar, terlihat sejumlah jenazah berhasil ditemukan tim SAR. Kondisinya memilukan badan penuh lumpur, bahkan ada yang masih tertimbun material longsoran.
Sebelum personel datang, dua unit ekskavator lebih dulu dikirim untuk membuka akses jalan yang terhalang longsoran. Tak hanya itu, bantuan logistik juga tak ketinggalan. Pagi tadi, lima truk penuh berisi kebutuhan pokok, makanan siap saji, perlengkapan bayi, obat-obatan, selimut, dan peralatan darurat lainnya sudah diberangkatkan.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menjelaskan bahwa personel yang diturunkan terdiri dari Brimob dan Samapta yang punya keahlian khusus di bidang SAR, evakuasi, dan penanganan darurat.
Di sisi lain, dukungan psikologis juga tak luput dari perhatian. Sebanyak 34 psikolog dari Biro SDM Polda Riau dan asosiasi psikolog dari sejumlah kampus di Riau akan segera dikirim. Mereka bertugas melakukan trauma healing bagi para pengungsi.
“Ini duka kita bersama, dan kita hadir untuk saling menguatkan bahwa kita adalah saudara,”
ujar Irjen Herry Heryawan.
Sayangnya, kondisi di Palembayan masih memprihatinkan. Sebagian jalan masih tertutup material longsor, beberapa jembatan rusak, dan listrik belum sepenuhnya normal. Warga pun masih mengungsi di posko-posko yang tersebar.
Tim SAR gabungan tetap bekerja tanpa henti meski cuaca tak menentu hujan masih sesekali turun. Mereka berjuang mencari korban sembari waspada terhadap risiko longsor susulan.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Residivis Pembunuh Bocah 11 Tahun di Sragen demi Kuasai Harta Korban
BMKG Peringatkan Musim Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering, Puncak Kekeringan di Agustus
TAUD Nilai Vonis Ringan Empat Tentara Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Bukti Impunitas
Bus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek Km 38, Lalu Lintas Sempat Macet