Seperti Jokowi, Sutoyo Abadi: Prabowo Berakhir dengan Penuh Cacian dan Hujatan
MURIANETWORK.COM Acara pelantikan Komisi Percepatan Reformasi Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/11) lalu, sempat diwarnai euforia. Presiden Prabowo Subianto baru saja menandatangani Keputusan Presiden Nomor 122 P Tahun 2025 tentang pengangkatan keanggotaan komisi tersebut. Suasana pun riuh.
Menurut Sutoyo Abadi yang berbicara kepada Redaksi, masyarakat awalnya menyambut gembira. "Tepuk tangan meriah disertai suara gemuruh 'Hidup Prabowo – Hidup Prabowo' berulang-ulang," katanya, menggambarkan situasi saat itu. Rasanya, tambahnya, seperti menyaksikan kebangkitan.
Namun begitu, antusiasme itu tak berlangsung lama. Mata-mata mulai terbelalak begitu publik mencermati komposisi personel keanggotaan komisi itu. Raut wajah rakyat berubah muram. "Wah ini hanya Gimik," begitu kira-kira celetukan yang terlontar. Bahkan ada yang berkomentar, "Ini sama dengan Jokowi, hanya tipuan."
Di sisi lain, sinyal pembenaran mulai tampak. Tanpa angin dan tanpa hujan, tiba-tiba muncul gelombang seismik baru. "Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri tampil penuh percaya diri menjadi mediasi urusan dugaan ijazah Jokowi," ujar Sutoyo. Rakyat pun kembali termangu. Mereka seolah baru paham, 'Oh, ini tugas komisi itu sebagai satgasnya Jokowi'.
Sebelumnya, publik juga sempat digemparkan oleh Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 114/PUU-XXIII/2025. Keputusan yang lahir bak petir di tengah seminar birokrasi itu forum yang biasanya penuh kata "sinergi", "kolaborasi", dan "koordinasi", tapi jarang berujung hasil.
Artikel Terkait
Dunia Hanya Punya 2,8 Hari Sebelum Langit Runtuh
Trump: Iran di Ambang Kejatuhan, Rakyat Mulai Kuasai Kota
Akreditasi Tinggi, Layanan Sepi: Ilusi Mutu Perpustakaan yang Tersandera Angka
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur