Dalam dinamika kehidupan modern yang individualistik, seringkali terlupa bahwa setiap muslim merupakan bagian tak terpisahkan dari komunitas umat yang luas. Konsep persaudaraan seiman menuntut setiap muslim untuk menjadi cermin bagi saudaranya.
"Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika ia melihat kekurangan pada saudaranya, maka ia akan memperbaikinya." (HR. Al-Tirmidzi)
Hadis tersebut menggarisbawahi tanggung jawab moral setiap muslim untuk saling mengingatkan dan memperbaiki dalam koridor kebenaran. Esensi menjadi cermin bukan sekadar melihat kesalahan, tetapi merefleksikan kebenaran dengan penuh kasih sayang.
Rasulullah SAW menggambarkan dalam sabdanya: "Mukmin yang satu dengan yang lain bagaikan satu tubuh. Jika satu bagian tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakitnya." (HR. Bukhari dan Muslim). Metafora ini menegaskan keterkaitan erat antar sesama muslim, di mana kebahagiaan dan kesulitan seorang muslim menjadi tanggung jawab bersama.Mukmin Sejati: Menjadi Cermin bagi Sesama Muslim
Konsep Kesatuan Umat
Artikel Terkait
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP