Duel Saudara di Istora: Ganda Muda Tantang Senior di Indonesia Masters

- Jumat, 23 Januari 2026 | 10:00 WIB
Duel Saudara di Istora: Ganda Muda Tantang Senior di Indonesia Masters
Indonesia Masters 2026: Duel Seru Ganda Putra di Istora

Istora Senayan bakal panas Jumat ini. Bukan cuma karena cuaca, tapi karena satu hal pasti: Indonesia sudah mengamankan satu tiket semifinal ganda putra di Indonesia Masters 2026. Bagaimana caranya? Ternyata, perempat final justru mempertemukan dua pasangan Merah Putih.

Ya, duel "sesama saudara" itu akan mempertandingkan pasangan senior, Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, melawan pasangan muda yang sedang naik daun, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Pertemuan ini jadi yang kedua kalinya bagi mereka. Menariknya, pada final Australian Open tahun lalu, Raymond/Joaquin sukses mencatatkan kemenangan mengejutkan atas senior mereka.

Namun begitu, kemenangan di masa lalu belum tentu jadi jaminan. Nikolaus Joaquin sendiri mengakui, tantangan di Istora akan berbeda.

“Yang pasti suasananya berbeda. Arah angin dan shuttlecock juga. Kalau shuttlecock mungkin sama, tapi di sini anginnya lebih terasa. Di Australia minim angin, jadi kami harus lebih antisipasi,” ujar Joaquin.

Faktor pengalaman jelas jadi pertimbangan. Pasangan muda ini sadar betul, satu kemenangan belum menjawab segalanya.

“Mereka jauh lebih berpengalaman. Walaupun kami pernah menang sekali, itu belum tentu bisa menjawab semuanya,” katanya lagi.

Raymond Indra punya sudut pandang lain. Menurutnya, justru di pertandingan resmi seperti ini mereka bisa lebih lepas. Ada wasit, ada aturan yang jelas. Tekanan psikologis saat latihan bersama rasa sungkan hilang sudah.

“Kalau latihan mungkin masih ada sungkan. Tapi kalau tanding sudah ada wasit, jadi bebas. Kami nothing to lose saja,” ujar Raymond.

Di sisi lain, dari kubu senior, Muhammad Shohibul Fikri menekankan aspek sportivitas. Persaingan ketat antar ganda putra di PBSI, kata dia, adalah hal yang wajar dan sehat.

“Kalau psywar mungkin bukan soal gengsi. Di PBSI, sesama ganda putra memang saling bersaing. Tapi bersaing secara sportif, enggak aneh-aneh. Semua pasti ingin menang dan ingin jadi nomor satu,” tegas Fikri.

Pertemuan ini sebenarnya lebih dari sekadar laga perempat final. Ini adalah cerminan dinamika regenerasi ganda putra Indonesia. Yang senior tak ingin lengah, yang muda tak mau berhenti mengejar. Semuanya beradu di level dunia, di depan publik sendiri.

Harapan Indonesia tentu tak berhenti di ganda putra. Di sektor lain, masih ada nama-nama seperti Alwi Farhan di tunggal putra, plus sejumlah wakil di ganda putri dan campuran yang akan bertarung di hari yang sama. Dukungan penuh penonton Istora diharapkan jadi suntikan semangat ekstra.

Nah, buat yang mau nonton, ini jadwal lengkap wakil Indonesia di perempat final, Jumat (23/1):

Lapangan 1

  • 14.20 WIB – Ganda campuran: Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis) vs Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
  • 17.50 WIB – Ganda putri: Arisa Igarashi/Miyu Takahashi (Jepang) vs Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti
  • 19.20 WIB – Ganda putra: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Man Wei Chong/Kai Wun Tee (Malaysia)

Lapangan 2

  • 13.30 WIB – Ganda campuran: Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil vs Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China)
  • 16.00 WIB – Ganda campuran: Hee Yong Kai Terry (Singapura)/Gloria Emanuelle Widjaja vs Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia)
  • 16.50 WIB – Tunggal putra: Yushi Tanaka (Jepang) vs Alwi Farhan
  • 17.40 WIB – Ganda putri: Hsu Ya Ching/Sung Yu Hsuan (Taiwan) vs Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu
  • 18.30 WIB – Ganda putri: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Luo Xu Min/Wang Yi Duo (China)
  • 19.30 WIB – Ganda putra: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Alfian/Muhammad Shohibul Fikri

Pertarungan pukul 19.30 WIB di Lapangan 2 itu yang paling ditunggu. Siapa yang akan maju? Senior yang bangkit, atau muda yang terus membara? Nantikan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar