Gerakan Emak-Emak Jawa Barat Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait Isu Hukum dan Pemerintahan
Gerakan Emak-Emak Jawa Barat, yang dikenal sebagai GEMA JABAR, telah mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang berisi sejumlah tuntutan dan keprihatinan mendalam terhadap situasi hukum dan politik di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk masa depan anak cucu.
Keprihatinan atas Dugaan Pelanggaran Masa Lalu
Dalam pernyataannya, GEMA JABAR menyatakan konsistensi sikap mereka yang sebelumnya telah disampaikan di depan KPK. Kelompok ini menyoroti kekhawatiran mengenai praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang diduga terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif pada periode pemerintahan sebelumnya. Mereka menduga mantan Presiden Joko Widodo terlibat dalam praktik tersebut.
Selain itu, sejumlah kebijakan dan proyek strategis nasional seperti pembangunan Kereta Cepat Whoosh dan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga disorot. GEMA JABAR menyatakan bahwa proyek-proyek ini diduga menjadi objek korupsi dan nepotisme, yang pada akhirnya merugikan negara.
Isu Ijazah dan Kriminalisasi Aktivis
Pernyataan ini juga mengangkat isu terkait keabsahan ijazah mantan presiden yang disebut-sebut bermasalah dan selalu disembunyikan. GEMA JABAR menilai hal ini telah memicu perpecahan di tengah masyarakat. Mereka juga menyesalkan proses hukum yang menjerat sejumlah aktivis dan peneliti yang mempersoalkan keabsahan ijazah tersebut, yang dianggap sebagai bentuk kriminalisasi.
Artikel Terkait
Unhas dan KLHK Jalin Kerja Sama Hadapi Perubahan Iklim
Amnesty International: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Berpola dan Terencana
PSIM Yogyakarta Hadapi PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Susunan Pemain Kedua Tim Diumumkan
Legenda PSM Syamsuddin Umar Khawatirkan Ancaman Degradasi Klub