Gempa berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (20/12/2025) sore. Getarannya ternyata tak hanya dirasakan di sana, tapi juga merambat ke sejumlah daerah lain di Gorontalo hingga wilayah Sulawesi Tengah.
Menurut analisis BMKG, episenter gempa terletak sekitar 1 km timur laut Pohuwato. Kedalamannya mencapai 102 kilometer di bawah permukaan bumi.
Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, menjelaskan karakter gempa ini.
"Kalau dilihat dari lokasi dan kedalamannya, gempa ini tergolong gempa menengah. Penyebabnya adalah aktivitas deformasi di dalam lempeng laut Sulawesi," ujarnya.
Analisis lebih lanjut menunjukkan gempa punya mekanisme "thrust fault" atau sesar naik. Intensitas getaran terkuat tercatat di Pohuwato dan Boalemo, mencapai skala IV MMI. Artinya, pada siang hari, getaran akan jelas dirasakan banyak orang yang berada di dalam rumah.
Di sisi lain, guncangan yang cukup kuat juga terasa menjalar. Wilayah seperti Gorontalo dan Bonebolango di provinsi yang sama merasakannya. Bahkan dua kabupaten di Sulteng, Buol dan Tolitoli, ikut merasakan gempa dengan skala III MMI. Getarannya digambarkan seperti sensasi ada truk besar yang lewat.
Sementara itu, di Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara, laporan yang masuk menyebutkan skala intensitasnya antara II hingga III MMI.
Hingga pukul 18.08 WIB, BMKG mencatat belum ada aktivitas gempa susulan yang terjadi. Yang cukup melegakan, gempa dengan kedalaman seperti ini juga dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Gempa terjadi tepat pada pukul 17.33 WIB, dengan koordinat 0,47 LU dan 121,96 BT. Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Artikel Terkait
HBKB Diterapkan di HR Rasuna Said untuk HUT Jakarta, Dishub Sediakan 3.687 Slot Parkir dan Enam Jalur Alternatif
Pendiri Ponpes di Pati Jadi Tersangka Pemerkosaan Santriwati, Terancam 15 Tahun Penjara
PKB Kecam Pemerkosaan oleh Pimpinan Ponpes di Pati, Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku
Panglima TNI Mutasi Mayjen Bagus Suryadi Tayo ke Jabatan Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan