Warga Palestina di Khan Younis, Jalur Gaza, terpaksa mengantre sangat panjang hanya untuk mendapatkan sepotong roti. Pemandangan antrean yang mengular menjadi pemandangan sehari-hari di titik-titik distribusi makanan yang masih beroperasi.
Kondisi ini memaksa warga harus bersabar selama berjam-jam. "Saya harus menunggu sekitar dua jam hanya untuk mendapatkan jatah roti," ujar salah seorang warga yang mengantre, menggambarkan betapa sulitnya memenuhi kebutuhan pangan dasar.
Keterbatasan pasokan bahan pokok juga menjadi kendala besar. Banyak keluarga di Gaza berharap pasokan tepung dapat segera normal agar mereka bisa memanggang roti sendiri di rumah, yang merupakan cara bertahan hidup yang lebih mandiri di tengah krisis.
Setelah gencatan senjata diberlakukan, sedikit harapan muncul. Beberapa toko roti di Jalur Gaza perlahan mulai membuka kembali usahanya, memberikan akses yang sangat dibutuhkan warga terhadap makanan pokok ini.
Artikel Terkait
Kembang Api dan Teriakan untuk Pahlavi Warnai Malam Teheran yang Masih Bergejolak
Gemblengan Semi-Militer Siapkan 1.500 Petugas Haji Tangguh
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan