Strategi TNI Jaga Sumber Daya Alam Indonesia: Penguatan Darat, Laut & Udara

- Minggu, 16 November 2025 | 15:12 WIB
Strategi TNI Jaga Sumber Daya Alam Indonesia: Penguatan Darat, Laut & Udara
Strategi TNI Jaga Sumber Daya Alam Indonesia dari Aksi Ilegal

Strategi TNI Perkuat Pengawasan Sumber Daya Alam Nasional

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa penjagaan sumber daya alam (SDA) Indonesia merupakan prioritas utama TNI, setara dengan tugas menjaga kedaulatan negara. Langkah konkret segera diwujudkan melalui latihan gabungan untuk mengamankan potensi nikel di Morowali, Sulawesi Tengah.

Latihan serupa telah lebih dulu dilaksanakan di Bangka Belitung, yang berfokus pada pengamanan sumber daya timah. Menurut Sjafrie, operasi ini penting untuk menanggulangi praktik ilegal yang selama ini mudah keluar melalui jalur laut dan udara akibat kurangnya pengawasan.

Sjafrie mengungkapkan temuan adanya perusahaan di wilayah timur Indonesia yang memiliki infrastruktur pertambangan lengkap, namun hasilnya tidak pernah dilaporkan kepada negara. Hal ini diduga melibatkan permainan dari sejumlah pihak seperti bea cukai, imigrasi, karantina, dan aparat di bandara.

Persiapan TNI di Segala Medan

Untuk memastikan tidak ada kebocoran SDA, TNI menyiapkan kekuatan di tiga bidang utama:

Penguatan di Darat

Rencana penambahan 750 batalion infanteri baru akan dilakukan untuk mengisi 514 kabupaten di Indonesia. Setiap batalion akan terdiri dari 1.000 prajurit dan ditargetkan selesai pada 2029, melengkapi 120 batalion yang sudah ada.

Penguatan di Laut

PT PAL akan memproduksi massal kapal selam tanpa awak KSOT mulai tahun 2026. Kapal ini mampu beroperasi hingga 6 bulan tanpa pengisian ulang baterai, sehingga dapat ditempatkan di titik-titik rawan penyelundupan.

Penguatan di Udara

TNI AU terus melengkapi alutsista, termasuk kedatangan pesawat Airbus A400M dan rencana kedatangan pesawat tempur Rafale secara bertahap tahun depan. Strategi "selimut udara" akan diterapkan untuk mengawasi wilayah teritorial Indonesia yang sangat luas.

Dengan semua persiapan ini, Sjafrie berharap kegiatan ilegal terhadap sumber daya alam Indonesia dapat berkurang signifikan pada tahun 2025.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar