Kapal selam tanpa awak ini memiliki kemampuan operasional yang luar biasa. KSOT mampu bertahan di bawah laut hingga 6 bulan tanpa perlu naik ke permukaan, berkat sistem baterai yang efisien. Yang lebih mengesankan, drone kapal selam ini telah dilengkapi dengan senjata torpedo dan telah menjalani uji tembak yang sukses.
Strategi Pengamanan Seluruh Alur Laut
Kehadiran KSOT diharapkan dapat mengamankan seluruh celah dan alur laut kepulauan Indonesia. Drone kapal selam ini akan ditugaskan di wilayah-wilayah rawan penyelundupan, memanfaatkan kemampuannya yang dapat beroperasi secara mandiri dalam waktu lama.
Penguatan Kekuatan Laut Secara Menyeluruh
Selain pengembangan KSOT, TNI AL juga terus memperkuat armada permukaan. Buktinya adalah kedatangan KRI Brawijaya-320, kapal fregat terbesar di kawasan Asia Tenggara yang semakin melengkapi kekuatan tempur Angkatan Laut Indonesia.
Dengan berbagai inovasi dan penguatan alutsista ini, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di seluruh wilayah perairan nasional.
Artikel Terkait
Cangkruk: Ritme Pelan yang Menjaga Kediri Tetap Utuh
Iran Bergolak: Zionis Dituding Dalangi Gelombang Teror dan Pembakaran Tempat Ibadah
Demokrasi di Era Kebisingan: Ketika Politik Indonesia Hanya Jadi Tontonan
Kembang Api dan Teriakan untuk Pahlavi Warnai Malam Teheran yang Masih Bergejolak