Harmoni Nusantara Bergema di Panggung Pensi SMA Negeri 3 Pontianak

- Sabtu, 22 November 2025 | 17:24 WIB
Harmoni Nusantara Bergema di Panggung Pensi SMA Negeri 3 Pontianak
Pesta Musik Angkatan 59: Harmoni Nusantara

Pesta Musik Angkatan 59: Harmoni Nusantara

Suasana di SMA Negeri 3 Pontianak pada Sabtu, 22 November 2025, benar-benar hidup. Panggung dipenuhi warna-warni, diiringi alunan musik yang menggema. Pesta Musik Angkatan 59 bertajuk "Harmoni Nusantara" akhirnya sukses digelar. Acara ini bukan sekadar pentas biasa, melainkan upaya nyata sekolah untuk melestarikan budaya lewat pendidikan.

Menurut Uray Ferry, guru seni di SMA Negeri 3 Pontianak, kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Seni SMANTA. Ia menjelaskan bahwa acara tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan hasil belajar mereka di mata pelajaran Seni Musik selama semester satu tahun ajaran 2025/2026. Di sisi lain, pensi ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi budaya yang menyenangkan.

Kalau dibandingin dengan tahun-tahun sebelumnya, tema kali ini jauh lebih menonjolkan kekayaan budaya Nusantara. Nggak cuma musik modern aja yang ditampilkan. Para siswa juga diajak untuk mengangkat unsur etnik dan tradisi Indonesia. Mulai dari aransemen lagu daerah dari berbagai penjuru tanah air, sampai kostum, tata panggung, dan koreografi yang sarat akan nuansa budaya lokal.

Uray Ferry menekankan pentingnya momen seperti ini bagi perkembangan siswa.

"Melalui acara ini, siswa diberikan kesempatan untuk menunjukkan perkembangan kreativitas, keterampilan bermusik, serta kemampuan tampil di depan umum. Kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi karya seni yang telah dipelajari di kelas sekaligus sarana hiburan dan kebanggaan bagi seluruh warga sekolah," katanya.

Sebagai guru seni, Ferry punya beberapa strategi jitu untuk mengenalkan dan melestarikan budaya Nusantara pada generasi muda. Pertama, ia kerap mengemas seni tradisional dengan pendekatan yang lebih kreatif dan modern. Tujuannya sederhana: biar anak muda tertarik dan merasa bahwa budaya itu nggak ketinggalan zaman.

Kedua, ia lebih suka memberikan pengalaman langsung. Teori itu penting, tapi praktik, kolaborasi, dan tampil di atas panggung rasanya jauh lebih berkesan. Ketiga, siswa dibiasakan untuk mengenal keberagaman budaya Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, lewat proyek dan tugas eksplorasi musik daerah.

Yang keempat, Ferry berusaha menghidupkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Caranya? Dengan menunjukkan bahwa budaya Nusantara bisa tampil elegan dan bersaing di panggung modern. Terakhir, ia aktif membangun jejaring dengan komunitas seni di luar sekolah. Dengan begitu, siswa bisa belajar langsung dari para profesional.

Harapannya sih sederhana. Lewat agenda tahunan seperti pensi ini, siswa bisa makin percaya diri dalam berkarya dan tampil di depan umum. Nggak cuma itu, semoga minat dan kecintaan mereka pada seni dan budaya Nusantara juga ikut tumbuh.

"Seni tidak hanya menjadi mata pelajaran, tetapi menjadi bagian dari karakter dan identitas siswa SMANTA. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang setiap tahun dan menjadi ciri khas sekolah dalam bidang seni," pungkasnya.

Malam itu berakhir dengan gemuruh tepuk tangan. Para siswa, dengan wajah sumringah, berhasil membawakan Harmoni Nusantara dengan penuh kebanggaan. Sebuah langkah kecil yang berarti untuk melestarikan warisan budaya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar