Pembangunan kekuatan tempur ini akan dilaksanakan secara bertahap. Pemerintah menargetkan pembentukan 150 batalyon baru setiap tahunnya. Mengingat satu batalyon infanteri membutuhkan sekitar 1.000 personel, maka dalam setahun dibutuhkan tambahan sekitar 150.000 prajurit baru.
"Target kita satu tahun 150 batalion. 150 batalion itu terdiri dari 1 batalion mempunyai prajurit 1.000 orang. Jadi setiap satu tahun kita akan memproduksi 150 batalion @1.000 orang," ucap Sjafrie lebih lanjut.
Meningkatkan Kewaspadaan Nasional
Keberadaan batalyon-batalyon baru ini diharapkan dapat memberikan efek deterren dan meningkatkan keamanan di tingkat daerah. Meskipun penjelasan detail mengenai ruang lingkup tugas apakah fokus pada pertahanan murni atau juga mencakup fungsi teritorial dan pembangunan masih perlu diklarifikasi lebih lanjut, langkah ini menandai era baru dalam penguatan postur pertahanan Indonesia.
Dengan penambahan 750 batalyon infanteri, diharapkan tidak hanya kekuatan militer yang bertambah, tetapi juga kemampuan untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan negara di setiap penjuru wilayah Indonesia.
Artikel Terkait
BMKG Waspadakan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Sulsel
Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Akan Temui Presiden UEA untuk Perkuat Kemitraan Strategis
FIFA Yakin Piala Dunia 2026 Aman Meski Gelombang Kekerasan Guncang Meksiko
Kemendagri Dorong Analis Kebijakan Papua Jadi Think Tank Berbasis Data