Menteri Luar Negeri AS Soroti Program Rudal Iran Sebagai Masalah Besar

- Kamis, 26 Februari 2026 | 08:30 WIB
Menteri Luar Negeri AS Soroti Program Rudal Iran Sebagai Masalah Besar

Hanya sehari setelah Presiden Donald Trump menuding Iran tengah mengembangkan roket yang bisa mencapai AS, peringatan keras kembali dilayangkan. Kali ini dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. Ia secara khusus menyoroti program rudal balistik Teheran yang dianggapnya sebagai masalah besar.

Rubio menyampaikan peringatan itu saat berada di Saint Kitts dan Nevis, Rabu waktu setempat. Menurutnya, sikap Iran yang enggan bernegosiasi soal persenjataan itu jadi penghalang serius dalam hubungan diplomatik kedua negara.

"Saya akan katakan bahwa kegigihan Iran untuk tidak membahas rudal balistik adalah masalah yang sangat, sangat besar," ujar Rubio kepada para wartawan.

Pernyataannya ini bukan tanpa alasan. Ia sedang mempersiapkan landasan bagi delegasi AS yang akan bertemu perwakilan Iran di Jenewa. Bagi Rubio, kesepakatan apa pun nantinya tak boleh cuma berkutat pada isu nuklir. Program rudal jarak jauh Iran harus masuk dalam agenda.

Meski begitu, Rubio enggan menyebut pertemuan Jenewa sebagai momen 'hidup-mati' yang bakal menentukan langkah militer AS. Jalur diplomasi, katanya, masih jadi prioritas utama pemerintahan Trump saat ini.

"Presiden menginginkan solusi diplomatik. Dia sangat mengutamakan hal itu," tambahnya.

Di sisi lain, harapan tetap ada. Rubio berharap pertemuan di Jenewa itu bisa menghasilkan sesuatu yang konkret bagi keamanan global. Tapi ia tak mau berlarut-larut. Cakupan pembicaraan, tegasnya, harus segera diperlebar.

"Mudah-mudahan pembicaraan itu produktif, tetapi pada akhirnya kita harus melakukan percakapan tentang lebih dari sekadar program nuklir," jelas Rubio.

Lalu, bagaimana dengan spekulasi serangan udara? Rubio menegaskan belum ada perintah eksekusi dari Gedung Putih soal itu. Tapi ia memberi sinyal jelas: kemajuan di meja perundingan adalah hal yang mutlak.

"Presiden belum membuat keputusan mengenai hal itu (serangan), jadi saya tidak tahu apakah hari Kamis adalah tanggal kunci untuk itu. Saya pikir kemajuan perlu dicapai," pungkasnya.

Peringatan Rubio ini jelas bukan omong kosong. Ini mencerminkan tekanan AS yang makin kuat, mendesak Iran untuk berkompromi menyangkut seluruh program persenjataannya. Tujuannya jelas: mencegah ketegangan di Timur Tengah meledak jadi konflik yang lebih luas.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar