Jakarta, Rabu (14/1/2026) – PT PELNI Logistics punya target ambisius untuk tahun 2026. Perusahaan yang jadi anak usaha PT PELNI ini mengejar angka bongkar muat peti kemas hingga 56.482 TEUs. Angka itu bukan datang dari satu sumber saja, melainkan gabungan dari beberapa lini bisnis yang mereka kelola.
Direktur Utama PELNI Logistics, Sukendra, membeberkan rinciannya dalam sebuah media briefing. Menurutnya, target itu ditopang oleh bisnis captive, seperti kapal penumpang dan kapal tol laut, plus bisnis non-captive.
"Dari bisnis captive atau kapal penumpang, bongkar muat ditargetkan mencapai 20.462 TEUs. Lalu, dari bisnis non-captive, kami menargetkan mencapai 5.168 TEUs. Sedangkan kapal tol laut dapat mencapai 30.852 TEUs," jelas Sukendra.
"Kami berharap ini dapat tercapai sepanjang tahun," tambahnya.
Target ini sejalan dengan strategi perusahaan yang ingin memperkuat perannya sebagai pilar konektivitas logistik maritim. Fokusnya jelas: mendistribusikan barang antarpulau dan mendorong pemerataan ekonomi, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Namun begitu, peti kemas bukan satu-satunya fokus. Sukendra menjelaskan, perusahaan juga mendorong pertumbuhan signifikan di layanan lain. General cargo, angkutan kendaraan, dan ternak masuk dalam rencana diversifikasi portofolio mereka.
Untuk general cargo, misalnya, mereka membidik volume lebih dari 427 ribu ton/m³ di tahun 2026. Angkutan kendaraan ditargetkan mencapai 14.464 unit, seiring dengan meningkatnya mobilitas logistik dan distribusi mobil atau motor antarpulau.
Di sisi lain, layanan angkutan ternak punya target 13.207 ekor. Layanan ini dianggap krusial, bukan cuma untuk bisnis, tapi juga untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Komoditas strategis dari wilayah timur Indonesia jadi perhatian utama di sini.
Soal infrastruktur, PELNI Logistics terus berbenah. Mereka berencana memperkuat kapasitas depo peti kemas yang jadi tulang punggung operasional. Tahun 2026 nanti, perusahaan menargetkan bisa mengoperasikan depo container di tiga titik strategis: Jakarta, Surabaya, dan Bitung. Kapasitas tampungnya ditargetkan lebih dari 17 ribu TEUs.
Caranya? Melalui optimalisasi standar layanan, digitalisasi pengelolaan, serta peremajaan armada container. Upaya ini diharapkan bisa mendongkrak kinerja secara keseluruhan.
Dengan modal jaringan 39 cabang, 12 terminal point, dan pengalaman lebih dari tiga dekade di sektor logistik maritim, PELNI Logistics terlihat optimis. Mereka yakin bisa terus berkontribusi pada sistem logistik nasional yang lebih efisien, andal, dan tentu saja, inklusif.
Artikel Terkait
Pemerintah Bentuk Satgas dan Perluas Makkah Route untuk Antisipasi Jamaah Haji Ilegal
Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari Setelah Pertempuran Sengit
Gubernur BI Soroti Tiga Pilar Ketahanan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Timnas Putri U-17 Akan Berlatih di Pusat Elite Clairefontaine Prancis