NasDem Gelar Safari Ramadan di Jawa Timur, Fokus Konsolidasi Kader untuk Pemilu 2029

- Kamis, 26 Februari 2026 | 08:20 WIB
NasDem Gelar Safari Ramadan di Jawa Timur, Fokus Konsolidasi Kader untuk Pemilu 2029

Rangkaian Safari Ramadan NasDem memasuki hari kelima. Setelah sebelumnya singgah di Museum Kartini, Jepara, rombongan bergerak ke Jawa Timur. Fokusnya jelas: mengonsolidasi kader di basis-basis lamanya.

Agenda inti berpusat di Dapil 9, meliputi Bojonegoro dan Tuban, serta Dapil 10 yang mencakup Lamongan dan Gresik. Di sana, pertemuan digelar dengan pengurus daerah.

Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa, tak menampik sejarah. Dalam forum itu, ia mengakui Jawa Timur pernah menjadi tulang punggung partai di Pulau Jawa.

"Di awal berdiri, Jawa Timur adalah kekuatan utama kita. Akseptabilitasnya bahkan lebih tinggi dibanding provinsi lain di Pulau Jawa. Itu harus kita kembalikan," ujar Saan, Kamis (26/2/2026).

Baginya, safari ini bukan cuma silaturahmi biasa. Ini langkah strategis untuk membangkitkan kembali wilayah-wilayah yang dulu jadi benteng kokoh partai. Targetnya terang benderang: mengisi semua dapil di Jawa pada Pemilu 2029.

"Saya punya kemauan dan tekad, bersama jajaran pengurus yang ikut Safari Ramadan ini, bahwa pada 2029 seluruh dapil di Pulau Jawa harus terisi. Itu bukan target ringan, dan tentu membutuhkan pengorbanan," tegasnya.

Jalan menuju sana cuma satu: kerja keras. Dan kerja pertama yang mutlak adalah membangun struktur partai dari dasar. Saan berapi-api menjelaskan hal ini.

"Tidak ada partai yang kuat dan siap menang jika strukturnya tidak terbangun dengan baik. Kita bisa melakukan banyak hal, tapi kalau strukturnya keropos, tidak tertata, tidak terkelola, maka semuanya akan sulit-bahkan tidak mungkin," ucapnya.

Struktur, dalam pandangannya, bukan sekadar daftar nama di kertas. Itu harus jadi mesin politik yang hidup dan bergerak. Tanpa fondasi organisasi yang rapi dan masif, kemenangan cuma akan jadi mimpi di siang bolong.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar