Fakta menarik yang disoroti KH Athian adalah komposisi pendukung Zohran yang sangat beragam. Kemenangannya tidak hanya ditopang suara komunitas muslim, tetapi juga mendapat dukungan signifikan dari berbagai kalangan agama lain.
Survei menunjukkan sekitar 30% dukungan justru datang dari komunitas Yahudi New York. Menurut KH Athian, ini karena Zohran membedakan antara kritik terhadap Zionis dengan komunitas Yahudi secara keseluruhan.
Sikap pro-Palestina yang diambil Zohran justru tidak mengurangi dukungan dari komunitas Yahudi, menunjukkan bahwa isu kemanusiaan dapat melampaui batas identitas agama.
Perspektif tentang Latar Belakang Keagamaan
Mengenai latar belakang keagamaan Zohran yang diketahui menganut paham Syiah, KH Athian memberikan pandangan moderat. Menurutnya, Zohran kemungkinan menganut Syiah non-fundamentalis yang menganggap perbedaan mazhab sebagai bagian dari keberagaman dalam Islam.
Catatan Kritis Terhadap Sikap Kontroversial
KH Athian juga menyoroti sikap kontroversial Zohran yang mendukung LGBT. Ulama senior ini menegaskan bahwa sikap tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menolak praktik LGBT.
Meskipun demikian, KH Athian menekankan pentingnya memberikan apresiasi terhadap upaya Zohran melawan Islamofobia, menegakkan keadilan, dan memerangi rasisme, sambil tetap mengkritisi sikap-sikapnya yang tidak sejalan dengan ajaran Islam.
Kemenangan Zohran Mamdani menjadi catatan sejarah penting bagi komunitas muslim Amerika dan dunia Islam secara keseluruhan, membuktikan bahwa politik inklusif berbasis keadilan dan kemanusiaan dapat meraih dukungan lintas kelompok masyarakat.
Artikel Terkait
ICW Bongkar Afiliasi Politik di Balik Program Makanan Bergizi Gratis
Ledakan di Bar Swiss Tewaskan 40 Orang, Diduga Dipicu Kembang Api di Atas Sampanye
Islah Bahrawi Serang Wacana Pilkada Lewat DPRD: Mundurkan Amanat Reformasi!
Anggota DPR Usul Pemilu 10 Tahun Sekali, Alasannya: Bayar Utang Kampanye