murianetwork.com - Ajakan untuk memboikot produk es krim Walls yang merupakan anak perusahaan dari Unilever, perusahaan multinasional asal Inggris, ramai diperbincangkan di media sosial.
Hal ini menyusul pernyataan CEO Unilever, Alan Jope, yang menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus melakukan bisnis di Israel.
Penolakan terhadap produk Walls ini dilatarbelakangi oleh dukungan Unilever terhadap keberadaan Israel.
Israel dikenal sebagai negara yang telah lama menjajah Palestina dan menghancurkan kehidupan orang-orang Palestina.
Sejak tahun 1948, Israel telah merebut sebagian besar wilayah Palestina.
Akibatnya, negara Palestina terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.
Keberadaan pendudukan Israel di tanah Palestina telah menimbulkan konflik yang berkepanjangan hingga saat ini.
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden