Dalam rentang waktu Januari hingga 20 Desember 2023, sebanyak 243.855 konten ilegal telah dihapus, hampir delapan kali lipat dari tahun sebelumnya.
Fakta yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa dari konten yang dihapus, sekitar 52.000 diduga merupakan pornografi anak.
Baca Juga: Skandal Kontroversial Lee Sun Kyun: Terungkapnya Kegagalan Penanganan Polisi Korea
Dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah Korea Selatan telah merancang rencana tindakan yang difokuskan pada bantuan kepada korban.
Langkah-langkah tersebut melibatkan peningkatan jumlah pusat konseling regional yang dapat memberikan dukungan khusus dan mendalam kepada korban.
Saat ini, terdapat sepuluh pusat serupa, dengan rencana pembukaan empat pusat tambahan.
Keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memberikan konseling, layanan medis, dan dukungan hukum yang diperlukan bagi mereka yang menjadi korban kejahatan seks digital.
“(Kementerian) akan terus segera menghapus foto dan video apa pun yang diproduksi dan didistribusikan secara ilegal dan melakukan yang terbaik untuk membantu korban kejahatan seksual digital pulih dari kerugian yang mereka alami,” ujar Choi Sung Ji, kepala Biro Promosi Hak Perempuan dan Pemuda, Kementerian Gender, yang dikutip dari beberapa sumber.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinergijatim.com
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang