Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di depan Mall Sarinah, Thamrin, akan dibangun kembali. Keputusannya ini muncul setelah melalui kajian mendalam. Ternyata, kebutuhan akan fasilitas itu cukup besar, terutama bagi para penyandang disabilitas.
"Jadi JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan,"
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat dijumpai di Puskesmas Kebayoran Lama, Jumat lalu. Namun begitu, rencana pembangunan ini tak lepas dari sorotan. Koalisi pejalan kaki, misalnya, menyuarakan kritik pedas.
Kekhawatiran mereka utama: jangan-jangan JPO yang baru justru akan menghapus pelican crossing yang sudah ada di lokasi. Mereka lebih memilih penyeberangan di permukaan jalan.
"Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya masyarakat yang apa kelompok pejalan kaki kan menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah," aku Pramono.
Di sisi lain, sang Gubernur berusaha meluruskan kekeliruan itu. Dia menegaskan, pembangunan JPO sama sekali tidak berarti menutup akses penyeberangan bawah. Malah, ini jadi pilihan tambahan.
"Jalan kaki di bawahkan tetap dibuka kemudian di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap, semua enggak ada yang ditutup,"
Jadi, skemanya sederhana: warga punya opsi. Mau lewat bawah atau atas, silakan. Yang penting, akses untuk semua kalangan, termasuk difabel, jadi lebih terjamin. Itu intinya.
Artikel Terkait
Menkes: Sebagian Masyarakat Indonesia Sudah Miliki Antibodi Hantavirus
Iran Peringatkan Akan Langsung Lawan Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan
Dua Pilot Tewas saat Pesawat Latih Militer Taiwan Jatuh di Pangkalan Udara Gangshan
Gempa M5,1 Guncang Sarmi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami