Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China

- Sabtu, 04 April 2026 | 13:00 WIB
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China

Di sisi lain, sikapnya terhadap konflik di Timur Tengah juga cukup jelas. Macron menolak mendukung perang AS dan Israel melawan Iran. Dia bahkan membalas cibiran Trump yang menyebut NATO sebagai "macan kertas". Bagi Macron, jalan keluar bukan dengan kekerasan militer.

“Saya tidak percaya bahwa kita akan memperbaiki situasi hanya dengan pengeboman atau operasi militer,” katanya, sambil menyoroti intervensi AS di kawasan itu, baik di masa lalu maupun sekarang.

Nyatanya, Prancis tak hanya bicara. Mereka bergabung dengan Rusia dan China untuk menentang resolusi Dewan Keamanan PBB yang bisa mengizinkan aksi militer membuka blokade Selat Hormuz. Pemungutan suaranya sendiri ditunda dari jadwal semula.

Namun begitu, langkah Macron bukan berarti melemahkan pertahanan. Justru sebaliknya. Dalam beberapa tahun terakhir, dia secara signifikan menaikkan anggaran militer Prancis. Fokusnya pada pengembangan kemampuan rudal, drone, dan kapal selam. Bahkan bulan lalu, ada wacana bahwa Prancis siap memperluas payung nuklirnya untuk melindungi Jerman dan sekutu Eropa lainnya. Sebuah langkah yang menunjukkan, kemandirian yang dia gaungkan juga butuh kekuatan yang nyata.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar