Teheran - Dunia kesehatan Iran berduka. Sejak akhir Februari lalu, ketika serangan gabungan AS dan Israel mulai mengguncang, sedikitnya 24 petugas medis dilaporkan tewas. Mereka gugur di tengah tugas yang semakin berbahaya.
Jafar Miadfar, sang Kepala Organisasi Layanan Medis Darurat, dengan berat hati mengonfirmasi kabar ini. Tiga dari mereka, katanya, adalah petugas tangguh dari Layanan Darurat 115.
“Petugas yang gugur mencakup para profesional medis dari berbagai departemen, termasuk dokter, perawat, hingga teknisi medis,”
Begitu pernyataan Miadfar yang dikutip Anadolu Agency, Sabtu (4/4/2026). Ia menambahkan, mereka semua meninggal saat bertugas. Situasinya memang makin panas, eskalasi militer terus meningkat setiap hari.
Artikel Terkait
Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Anak 8 Tahun Tewas Terseret Banjir di Demak
Raviandi Ramadhan Kejar Tiket Asian Games untuk Susul Kembarannya
Libur Paskah, 56 Ribu Wisatawan Serbu Pantai Pangandaran
Menteri Yandri: Potensi Ekonomi Desa Kunci Sukses Program Makan Bergizi Gratis