JAKARTA – Libur panjang Paskah tahun ini benar-benar disambut dengan antusiasme warga Jabotabek untuk pergi keluar kota. PT Jasa Marga mencatat, tak kurang dari 352.578 kendaraan memadati empat gerbang tol utama yang menjadi pintu keluar wilayah tersebut selama periode liburan. Angkanya cukup mencengangkan, naik signifikan sekitar 16,74 persen jika dibandingkan dengan volume lalu lintas di hari-hari biasa yang hanya sekitar 302.016 kendaraan.
Rivan A Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga, membeberkan rinciannya. Menurutnya, penghitungan dilakukan di empat titik krusial: Gerbang Tol (GT) Cikupa menuju Merak, GT Ciawi ke arah Puncak, lalu GT Cikampek Utama untuk yang menuju Trans Jawa, serta GT Kalihurip Utama bagi tujuan Bandung.
"Pemantauan dan pengendalian lalu lintas secara intensif kami lakukan di seluruh ruas tol Jasa Marga Group," jelas Rivan dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).
Terutama, lanjutnya, pada koridor utama keluar dan masuk wilayah Jabotabek.
Nah, untuk mengurai kemacetan yang diprediksi akan parah, anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Transjawa Tol, tak tinggal diam. Mereka menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di ruas Jakarta-Cikampek. Tentu saja, ini berdasarkan diskresi dan koordinasi penuh dengan kepolisian.
Kalau dilihat distribusinya, arus kendaraan paling ramai justru mengarah ke timur. Sebanyak 167.575 kendaraan atau hampir 47,5 persen memilih tujuan Trans Jawa dan Bandung. Arah barat, yaitu menuju Merak, ada 97.105 kendaraan (27,5 persen). Sementara yang menuju ke selatan, alias ke arah Puncak, tercatat 87.898 kendaraan atau menyumbang 25 persen dari total.
Rincian ke timur ini menarik. Melalui GT Cikampek Utama (ke Trans Jawa) tercatat 79.477 unit, melonjak 32,4 persen. Sementara yang lewat GT Kalihurip (ke Bandung) mencapai 88.098 unit, naik 30,03 persen. Intinya, gabungan kedua arah ini menunjukkan kenaikan fantastis 31,15 persen dibanding hari normal.
Di sisi lain, arus ke barat melalui GT Cikupa justru sedikit lebih sepi. Angkanya 97.105 kendaraan, turun tipis 4,05 persen dari kondisi biasa. Berbeda dengan arah selatan melalui GT Ciawi yang justru mengalami kenaikan cukup tinggi, 20,36 persen, dengan total 87.898 kendaraan.
Puncak kepadatan terjadi sehari sebelumnya, pada Jumat, 3 April 2026. Saat itu, volume kendaraan yang meninggalkan Jabotabek tembus 177.203 unit, naik 10,02 persen dari angka normal. Dan sekali lagi, dominasi perjalanan ke arah timur tetap tak tergoyahkan, menyumbang 49,5 persen dari total kendaraan di hari itu.
Artikel Terkait
BI Imbau Masyarakat Tak Panik Beli Dolar AS di Tengah Tekanan Rupiah
Peluang Inggris Kirim Enam Wakil ke Liga Champions 2026-2027 Masih Terbuka, Tergantung Hasil Pekan Terakhir
DPR Dukung Pembentukan BUMN Ekspor Danantara untuk Tutup Kebocoran Devisa Akibat Manipulasi Ekspor SDA
Arema FC Tutup Musim dengan Kemenangan Meyakinkan 3-1 atas PSIM Yogyakarta