Presiden China Xi Jinping menyampaikan keyakinannya bahwa ekonomi negara itu akan tumbuh sekitar lima persen di tahun 2025. Pernyataan ini ia sampaikan dalam pidato Malam Tahun Baru di hadapan konferensi politik tingkat tinggi.
Kalau tercapai, angka itu akan sesuai dengan target resmi pemerintah. Dan ini juga berarti ekonomi bakal melanjutkan tren yang sama dengan tahun 2024 lalu, di mana pertumbuhan juga berada di kisaran lima persen.
Namun begitu, jalan menuju target itu jelas tidak mulus. Sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, China menghadapi tekanan yang tak kunjung reda. Sudah beberapa tahun ini, sentimen konsumen masih terpuruk dan belum benar-benar bangkit dari pukulan pandemi. Itu satu masalah.
Di sisi lain, sektor properti masih terbelit krisis utang yang berkepanjangan. Belum lagi kelebihan kapasitas di beberapa industri, plus ketegangan perdagangan dengan Washington yang makin memanas. Semua faktor ini, tentu saja, memperkeruh prospek pemulihan.
Artikel Terkait
Kontroversi John Herdman: Noda di Balik Calon Pelatih Timnas Indonesia
Prabowo Tinjau Pemulihan Bencana di Tapsel: Tak Ada Lagi Desa yang Terisolasi
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun di Awal 2026
Prabowo Sambut Tahun Baru di Tengah Rakyat, Janji Pemerintah Tak Akan Tinggalkan Korban Bencana