Reaksi aparat pun tak main-main. Tak lama setelah serangan, pasukan gabungan polisi dan militer langsung bergerak cepat melakukan pengejaran. Baku tembak akhirnya pecah di wilayah Barangay Meta, Datu Unsay.
Dari bentrokan itu, tiga orang penyerang dilaporkan tewas. Di sisi lain, polisi sudah membentuk tim khusus untuk mengusut dalang di balik aksi nekat ini. Mereka menduga ada kelompok bayaran yang terlibat, soalnya senjata yang dipakai bukan jenis yang biasa ditemui.
Serangan ini benar-benar menyita perhatian. Banyak yang bilang, ini termasuk salah satu aksi paling berani yang terjadi di Filipina dalam beberapa tahun terakhir. Nuansa narasinya kuat: sebuah upaya pembunuhan yang nyaris berhasil, dihalangi hanya oleh lapisan baja sebuah mobil.
Hingga berita ini diturunkan, keamanan di sekitar Shariff Aguak masih diperketat. Aparat terus berjaga, waspada akan kemungkinan serangan susulan. Situasinya masih tegang, dan investigasi terus berlanjut untuk mengungkap jaringan di balik layar.
Artikel Terkait
Mural Kapal Induk AS Hancur di Teheran, Iran Kirim Peringatan Visual ke Washington
Dua Negara Arab Dukung Serangan AS ke Iran, Kapal Induk Sudah Siap di Jarak Tempur
Pergerakan Militer AS di Timur Tengah Terpantau dari Jerman ke Qatar dan Kuwait
Luanniao: Kapal Induk Angkasa China, Ambisi Nyata atau Senjata Psikologis?