"Ini seperti kiasan, China menanam tanda, meninggalkan jejak," tuturnya.
Di sisi lain, Luanniao bukan satu-satunya. Kreft mengingatkan bahwa ini cuma satu dari serangkaian pengumuman senjata 'super' China, mulai dari pemburu kapal selam hingga sistem berbasis antariksa lainnya. Bagi pakar Barat, banyak yang terkesan mengada-ada. Tapi, semuanya jelas berkontribusi membentuk suatu lanskap ancaman yang mesti diperhitungkan.
Pengamat senjata antariksa, Juliana Sub, punya analisis lain. Dia memandang proyek ini lewat lensa pencegahan.
"Ini tentang pertunjukan proyeksi kekuasaan lintas dimensi," ujarnya.
Sub menilai presentasi Luanniao bisa dilihat sebagai respons terhadap rencana pertahanan rudal AS di luar angkasa, seperti program "Golden Dome" era Trump yang ambisius itu. Program itu sendiri sarat risiko. Namun, Sub menekankan bahwa kunci dari segala strategi pencegahan adalah kredibilitas.
"Apakah proyek sebesar dan seambisius kapal induk ruang angkasa ini benar-benar dapat dipercaya, itu pertanyaan lain," katanya.
Dan mungkin, justru di wilayah abu-abu antara fiksi dan fakta inilah Luanniao bekerja paling efektif. Ia menjadi ancaman raksasa yang sudah memberi keuntungan politik dan psikologis, jauh sebelum satu baut pun dipasang. Kreft menyebutnya perang psikologis, dan mengingatkan agar dunia tidak lengah. China, katanya, terus mengembangkan berbagai proyek masa depan, termasuk senjata laser bidang di mana Beijing disebut-sebut lebih unggul.
Jadi, ambisi China untuk unggul di bidang militer, tampaknya akan terus dipacu dengan segala cara. Mulai dari pertempuran di langit, hingga di ranah imajinasi dan persepsi.
Artikel Terkait
Kuba Pamer Kekuatan Militer, Jawab Ancaman Trump dengan Parade Tank
Timur Tengah Genting, Negara Tetangga Iran Justru Khawatir AS Serang
Ketika Dunia Memanas, Inilah 10 Negara yang Bisa Jadi Tempat Berlindung
Rencana Rahasia Kanada: Siapkan Perang Gerilya Jika AS Invasi