Di gedung parlemen yang ramai, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan konfirmasi yang cukup mengejutkan. Ia mengungkapkan bahwa Juda Agung bakal diusulkan untuk menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan. Posisi itu sebelumnya dipegang oleh Thomas Djiwandono.
Menariknya, ini seperti sebuah pertukaran. Sebab, Juda Agung sendiri baru-baru ini mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Nah, Thomas Djiwandono justru diusulkan Presiden Prabowo untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Juda di bank sentral itu.
Purbaya mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Rencananya, ia akan segera bertemu dengan Juda Agung untuk membicarakan hal ini lebih lanjut.
"Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Juda besok kali ya. Saya mau lihat niatnya dia apa sih,"
ujar Purbaya kepada para wartawan, Senin (19/1).
Ketika ditanya apakah skema ini mirip dengan pertukaran jabatan, Purbaya pun membenarkan. Gayanya santai saja.
"Kayak switch-switch ya kelihatannya. Kalau bocorannya seperti itu, kayaknya begitu, switch kelihatannya,"
tuturnya.
Lalu, siapa sebenarnya Juda Agung ini?
Pria kelahiran Pontianak, 1964, ini resmi menjabat Deputi Gubernur BI sejak awal 2022, berdasarkan Keputusan Presiden. Latar belakang pendidikannya cukup beragam. Ia memulai kuliah di IPB, mengambil teknologi pertanian. Namun, jalan hidupnya kemudian membawanya ke bidang ekonomi dan keuangan.
Setelah dari IPB, Juda melanjutkan studi ke University of Birmingham di Inggris. Di sana, ia meraih gelar master di bidang Money, Banking, and Finance pada 1995. Tak puas sampai situ, ia kembali ke kampus yang sama dan berhasil meraih gelar PhD di bidang Economics empat tahun kemudian.
Kariernya di Bank Indonesia sudah cukup panjang. Sebelum menjadi Deputi Gubernur, ia pernah menjabat Asisten Gubernur yang menangani urusan stabilitas sistem keuangan. Pengalaman internasionalnya juga tak main-main. Juda pernah ditugaskan sebagai Direktur Eksekutif untuk International Monetary Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat, dari 2017 hingga 2019. Pengalaman global itu tentu menjadi bekal berharga.
Kini, jika usulan ini resmi, ia akan menghadapi tantangan baru di Kementerian Keuangan. Sebuah perpindahan yang menarik untuk disimak.
Artikel Terkait
Saham Chandra Asri (TPIA) Melonjak 13 Persen di Tengah IHSG Merah, Dipicu Technical Rebound dan Aksi Divestasi SCG Chemicals
IHSG Diperkirakan Masih Tertekan Pekan Depan, Dipengaruhi Inflasi, Rupiah, dan Arus Modal Asing
Harga Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2,54 Juta
Kencana Energy Bagikan Dividen Rp30,13 Miliar untuk Tahun Buku 2025