Masyarakat di kota Wajima mengalami krisis bahan bakar dan bahan makanan. Masyarakat mengantri panjang di luar SPB, tidak ada aktivitas nelayan yang bisa melakukan pekerjaannya.
Untuk bertahan hidup, mereka hanya mengandalkan mie instan dan roti yang masih tersisa. Saat ini bantuan belum bisa di distribusikan kepada warga tersebut.
Ditambah lagi. masyarakat Jepang yang mengalami gempa tersebut harus hidup dengan rumah yang rusak dan tak beratap untuk mempertahankan hidup.
Warga khawatir apabila turun hujan yang mereka tinggali tidak bisa melindungi mereka saat itu.
Dilansir JemberNetwork.com dari Youtube Kompas TV, ancaman tsunami di seluruh pantai barat negara itu bertahan lebih dari dua puluh jam. Gempa ini termasuk terkuat di wilayah Jepang sejak tahun 1885.
Ahli seismologi di Jepang memperingatkan gempa susulan akan terus terjadi selama sekitar satu minggu. Ada resiko gempa bumi yang lebih dahsyat dengan kekuatan di atas magnitude 7 Skala Richter.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jember.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Tabrakan Maut Kereta Cepat Spanyol: 21 Tewas dalam Malam Nestapa Andalusia
Bayar Duka di Garis Depan: Trauma dan Cedera Moral Melanda Tentara Israel Usai Dua Tahun Perang Gaza
Wanita Turki Klaim Diri Anak Donald Trump, Desak Tes DNA untuk Buktikan
Dewan Keamanan Membara: AS dan Iran Bertikai di PBB Sementara Armada Kapal Induk Bergerak