Di tengah berbagai laporan yang kerap memprihatinkan, ada secercah kabar baik soal toleransi di Indonesia. Setara Institute baru-baru ini mengungkap temuan menarik. Ternyata, sejumlah pemerintah daerah punya inisiatif sendiri untuk memperkuat kerukunan di level paling dasar. Menurut lembaga itu, upaya-upaya ini patut diapresiasi.
Peneliti kebebasan beragama Setara Institute, Harkirtan Kaur, menjelaskan temuannya. Ia berbicara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa lalu.
"Kami juga menemukan adanya inisiatif-inisiatif progresif, upaya-upaya yang positif dari pemerintah-pemerintah daerah sebenarnya untuk memperkuat ekosistem toleransi di level akar rumput," ujar Kaur.
Nah, contoh konkretnya bisa dilihat di dua wilayah. Salah satunya adalah Kabupaten Tanah Laut di Kalimantan Selatan. Daerah ini punya peraturan khusus yang dibuat tahun lalu.
"Di tahun 2025 kami menemukan adanya Peraturan Daerah atau Perda Kabupaten Tanah Laut Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat," jelasnya.
Selain Tanah Laut, Kota Bandung juga tak kalah. Ibu kota Jawa Barat itu punya langkah serupa dengan menerbitkan perda tentang toleransi.
"...contoh yang lain adalah Peraturan Daerah atau Perda Kota Bandung Nomor 13 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat," tambah Kaur.
Hal serupa diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan. Ia menilai langkah-langkah daerah ini sebagai terobosan yang baik. Namun begitu, ia punya harapan lebih besar.
Halili berharap inisiatif lokal yang sudah jalan ini bisa menginspirasi pemerintah pusat. Baginya, gerakan dari bawah seperti ini perlu didukung dan direplikasi di tingkat nasional agar dampaknya lebih luas lagi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan RSUD di Pesisir Barat Lampung, Dorong Pengelolaan Transparan dan Profesional
Pramono Pastikan Subsidi Bus TransJabodetabek Tak Dihapus Meski Tarif Dievaluasi
Pengendara Motor Tewas Ditabrak Mobil Listrik BYD di Pulogebang Jakarta Timur
Menlu Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional dan Peringatkan AS untuk Tidak Intervensi